Kapolri Jenderal Tito Karnavian mendatangi kantor PBNU. Ia mengajak NU untuk bersama-sama memerangi paham radikal

Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan jajaran pagi tadi mendatangi kantor PBNU. Tito mengajak NU untuk bersama-sama memerangi paham radikal.

"Di era demokrasi liberal ini bagus di satu sisi, ada keseimbangan antara pemerintah dan rakyat. Rakyat bisa mengontrol pemerintah. Ada negafitnya, kalau kalau terlalu bebas bisa berbahaya, paham radikal bisa masuk", ujar Tito.

Hal itu disampaikan Tito dalam sambutannya pada acara Silaturahmi dan Sarapan Bersama Ketum PBNU Said Aqil di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakpus, Minggu (27/11).

Turut hadir dalam acara ini Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kapolda Metro Irjen M Iriawan.

Tito mengatakan Islam yang ada di Indonesia merupakan Islam yang mengedepankan kedamaian, seperti yang diajarkan para wali.

Ia meminta NU untuk terlibat dalam mencegah paham radikal yang kini berpotensi bisa masuk dengan kencang di Indonesia.

"Di sinilah kita harus bersama-sama kembali. TNI, Polri, Nasionali dan islam moderat harus bersatu padu agar NKRI tidak goyang", ujar Tito.

"Polri tidak bisa sendiri, TNI tidak mampu sendiri. Semua harus bersatu padu. Jangan sampai disusupi paham radikal," sambung Tito.

Tito mengatakan konsep Islam Nusantara yang dimiliki NU bisa jadi jawaban untuk mengatasi persebaran paham radikal.

"Jaringan NU sangat besar dari pengurus besar hingga ke desa-desa, sama dengan Polri. Kalau dipadukan, kita buat program bersama baik sekali ini", kata Tito. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: