Tantangan mubahalah untuk "Tokoh Islam" Ahokers
Kasus Ahok terus menjadi perhatian kaum Muslimin Indonesia. Hampir seluruh tokoh berlatar belakang Islamis menilai Ahok telah menista Islam.

Namun ada pula segelintir "tokoh Islam" yang yakin ucapan Ahok tidak ada yang salah, alias tidak menista agama.

Misalnya Syafii Ma'arif, ia terang-terangan membela ucapan Ahok sebagai "sesuatu yang tidak menghina" dan mengkritik balik sikap keagamaan MUI.

"Semua berdasarkan fatwa MUI yang tidak teliti itu. Semestinya MUI sebagai lembaga menjaga martabatnya melalui fatwa-fatwa yang benar-benar dipertimbangkan secara jernih, cerdas, dan bertanggung jawab", kata Syafii dikutip BeritaSatu.

Menurut Syafii, Ahok bukan orang jahat yang menyerang Al-Qur'an sebagai kebohongan. Melainkan mengkritik penggunaan ayat Al-Maidah 51 supaya tidak memilihnya.

Tantangan mubahalah
Terkait adanya "tokoh Islam" yang membela Ahok, netizen mulai bereaksi dengan menantang mereka, termasuk Syafii Ma'arif, untuk bermubahalah.

Mubahalah adalah doa melaknat dengan sungguh-sungguh bagi dirinya dan keluarganya, jika salah dalam suatu pemahaman agama.

Mubahalah dilakukan oleh 2 pihak yang saling berseberangan. Tujuannya untuk menguji keberanian dan keyakinan seseorang atas pemahamannya.

Karena mereka yang munafik atau ragu atas pemahamannya, tidak akan berani mendoakan kebinasaan pada dirinya dan keluarganya.

Atau kesesatan paham bisa dibuka berdasarkan efek mubahalah (malapetaka yang didapat) di masa mendatang.

Berikut tantangan mubahalah netizen kepada para pembela Ahok:

"TANTANGAN MUBAHALAH KEPADA TOKOH AGAMA PEMBELA AHOK"

"Saya menantang para kyai, buya dan ustadz yang membela Ahok untuk ber-mubahalah, agar Allah melaknat siapa yang salah. Mubahalah mesti diajukan kepada tokoh-tokoh agama pembela Ahok, agar tidak ada lagi fitnah buat agama", tulis salah satu akun.

Lain lagi dengan pesan yang mengatasnamakan KH. Lutfi Fathullah, menyarankan saksi ahli Muslim dan pro Ahok agar diajak melakukan mubahalah.

"Untuk para saksi-saksi ahli, kalau mereka Muslim, ajak mereka untuk mubahalah: Jika saya berkata bohong atau dibayar atau diintimidasi atau sebenarnya saya tidak paham ayat ini dengan baik tapi saya paksakan... maka saya rela Allah matikan saya dalam keadaan nista dalam 1 pekan ini", kata KH. Lutfi Fathullah yang viral menyebar di sosial media.


Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.