ilustrasi (anadolu agency)

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi mengatakan pada Kamis (17/11) bahwa kesepakatan tentang penarikan pasukan Kurdi Irak dari daerah Mosul, Irak, tetap "dipertahankan dan tidak berubah".

Pernyataan pemerintah Irak mengkonfirmasi pernyataan dari Presiden Kurdi KRG Irak, Masoud Barzani pada Rabu (16/11) yang menyatakan pasukan Peshmerga tidak akan menarik diri dari wilayah yang diambil dari ISIS.

"Kami menjaga agar wilayah ini berada di bawah kesepakatan yang dicapai dengan pemerintah Irak dan Amerika Serikat", tambah pernyataan itu.

Baghdad mengatakan, kesepakatan antara pemerintah pusat dan KRG tentang pembebasan provinsi Ninawa tidak berubah sejak Peshmerga terlibat melawan ISIS.

"Kami menunjukkan perjanjian ini mencakup klausul eksplisit yang menyatakan bahwa Peshmerga akan mundur ke basis sebelumnya setelah pembebasan Ninawa", ungkap pernyataan itu.

Sementara menurut Sekretaris Jenderal Kementerian KRG, Letnan Jenderal Jabar Yawar, isu kehadiran Peshmerga di provinsi Ninawa utara adalah politisasi.

Solusinya ialah, segera dimasukkan ke dalam perjanjian antara Baghdad dan KRG.

Peshmerga ditugaskan melaksanakan misi militer membebaskan wilayah Mosul dari ISIS dan berhasil melaksanakannya.

Pada tanggal 22 Juli, menteri pertahanan Irak menerbitkan rincian nota kesepahaman yang ditandatangani antara AS dan KRG, termasuk tentang penarikan pasukan Peshmerga "dari daerah yang akan dibebaskan di provinsi Ninawa".

Nota kesepahaman ditandatangani pada tanggal 18 Juli di hadapan menteri dalam negeri KRG, Karim Sinjari, Barzani, dan Duta Besar AS untuk Irak Stuart Jones. (Anadolu Agency)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.