Ilustrasi

Pada penghitungan suara pemilihan presiden AS Rabu malam, Donald Trump berhasil memperoleh lebih dari 270 dukungan voter, minimal untuk memenangkan pemilihan Presiden Amerika ke 45.

Muslim Amerika menyambut kabar ini dengan berbagai reaksi, beberapa menanggapi positif dan sebagian lain menyatakan keprihatinan yang besar.

Pemimpin Koalisi Muslim Republikan, Saba Ahmad, mengatakan bahwa dirinya merasa sangat terkejut terkait kemenangan Partai Republik. Donald Trump berhasil memenangkan pemilu presiden ini.

“Koalisi Muslim Republikan sedang mencari cara untuk dapat bekerja dengan Trump”, katanya.

Sementara kebanyakan Muslim Amerika percaya mereka kini telah dikucilkan dan ‘dimatikan’ oleh pernyataan Trump pada masa kampanyenya yang bernada anti-Islam.

Namun Ahmad menyatakan, Muslim Amerika harus mencoba ‘simpan’ pernyataan itu dan berhenti berperilaku seolah menjadi korban.

Muslim Amerika kini harus lebih pro-aktif dan memiliki jangkauan strategi yang melebihi para Republikan, tambahnya.

“Kita tidak bisa terus bertumpu pada para partisan dan tidak cukup dengan mendukung Partai Demokrat saja”, katanya.

Sedangkan Moussa Elbayoumi, Kepala Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) cabang di negara bagian Kansas manyatakan bahwa kemenangan Trump sangat meresahkan.

Mengingat sentimen anti-Muslim yang secara tegas dinyatakan saat kampanye.

Elbayoumi meminta Trump agar ‘menghormati konstitusi Amerika Serikat beserta nilai-nilai yang dibangun selama ini’.

Jika Trump gagal menjalankan peran tersebut, CAIR siap membela kebebasan seluruh warga sipil Amerika, termasuk kebebasan Muslim AS, katanya.

Pengajar Ekonomi Universitas Al Huda di Houston, Professor Basil al-Qudwa, mengatakan bahwa tidak ada ancaman bagi Muslim ataupun Arab di AS terkait pemenangan Trump.

Ia berpendapat bahwa Muslim Amerika merupakan kaum minoritas dan secara statistik tidak akan memberikan dampak yang signifikan.

Menurutnya, justru orang-orang Latin lah yang perlu waspada. Karena Trump akan lebih berfokus pada pembangunan dinding perbatasan dengan Meksiko dan mendeportasi para imigran asing.

Seorang aktivis sosial dari Chicago menyatakan ketidak percayaannya terhadap hasil pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Trump.

"Bagaimana mungkin di Amerika ini, pada tahun 2016 seorang yang saat kampanyenya menyatakan kebencian, fanatisme dan perpecahan mampu memenangkan hati dan pikiran begitu banyak orang Amerika?", katanya. (Aljazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.