Serangan udara yang menargetkan militan telah menewaskan tujuh orang di Sabha, Libya

Ilustrasi Serangan Udara di Libya

Serangan udara yang menargetkan militan telah menewaskan tujuh orang di Sabha, Libya pada Selasa (15/11). Sejumlah orang bersenjata kemudian menangkap tersangka militan lainnya di rumah duka.

Serangan pada pagi hari itu menghantam tiga rumah di Gardah, Sabha. Tidak jelas siapa yang melakukan serangan, pihak pejabat militer pun tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Pasukan di kedua sisi Libya, yang terpecah pasca tumbangnya Khaddafi, diketahui menggunakan pesawat tempur untuk menyerang sasaran militan.

Amerika Serikat (AS) juga melakukan serangan udara pada militan di Libya, tapi seorang pejabat pertahanan AS mengatakan pasukannya tidak melakukan serangan akhir-akhir ini.

Salah satu situs berita Libya mengatakan, target utama serangan adalah kelompok militan
Abdulrahman Belhaj Hesnawi, juga dikenal sebagai Abu Thalhah al-Libi.

Pejabat lokal Gardah mengatakan, beberapa korban tewas adalah warga Libya dan selebihnya orang asing, dan tidak diketahui apakah mereka termasuk Hesnawi.

"Setelah satu hingga dua jam sekelompok orang bersenjata pergi ke rumah sakit setempat di Adri, 35 km dari Gardah, dan mereka memeriksa sisa-sisa mayat", katanya.

Amerika Serikat telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di bekas benteng kelompok Sirte, 500 km sebelah utara dari Gardah, sejak 1 Agustus, dan sebelumnya telah meluncurkan beberapa serangan terhadap sasaran-sasaran militan di negara-negara Afrika Utara.

Perancis juga mengakui mengirim ke intelijen dan melakukan pengawasan terhadap Libya. (Al-Arabiya)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.