Hujan bom menghantam wilayah sekitar rumah sakit anak dan bank darah di distrik Shaar, Aleppo timur, Suriah

Seorang anak perempuan dievakuasi

Hujan bom menghantam wilayah sekitar rumah sakit anak dan bank darah di distrik Shaar, Aleppo timur, Suriah, pada Rabu (16/11).

Hal itu mengakibatkan 21 warga meninggal, termasuk 5 anak dan satu pekerja gawat darurat, juga hancurnya dua Ambulans.

Serangan baru Assad ini berlanjut di distrik al-Shaar, al-Sukkari, al-Sakhour dan Karam al-Beik.

Di desa Batbo, serangan menewaskan 19 orang, termasuk 3 anak-anak. Serangan udara juga menghantam di pinggiran barat Aleppo, dimana pejuang oposisi mengadakan serangan kepada pihak rezim beberapa waktu lalu.

Rezim Assad telah memulai kembali gelombang serangan baru setelah “penghentian sementara” (moratorium) yang dideklarasikan oleh Rusia sejak 18 Oktober lalu.

Pada Selasa (15/11), bom kembali mulai berjatuhan di daerah padat Aleppo timur. Dimana dalam 2 hari, terdapat 32 korban jiwa.

Kelompok pemantau SOHR mengatakan, distrik-distrik di timur Aleppo diserang oleh roket dari jet, bom Birmil (drum) dari helikopter, dan altileri pasukan darat Assad.

"Helikopter tidak berhenti walau sesaat", ungkap seorang pekerja pertahanan sipil di Aleppo, Bebars Mishal.

"Kami terbangun karena pemboman (yang berlangsung) sampai saat ini, pesawat tempur dan helikopter terus berdatangan. Kawasan Shaar digempur sejak kemarin dan hari ini (Rabu)", ujar Modar Shekho, seorang perawat di Aleppo timur.

Sebelumnya pada Senin dan Selasa pagi, terdapat serangan udara yang memporakporandakan rumah sakit di tiga kota yang dikuasai oposisi di pinggiran barat Aleppo, menyebabkannya tidak bisa beroperasi kembali.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan, total terdapat 5 rumah sakit yang terkena serangan di provinsi Aleppo dan Idlib sejak hari Minggu (13/11).

Baik Damaskus maupun Moskow selalu menyangkal adanya serangan terhadap rumah sakit.

Televisi Assad mengatakan, mereka melakukan serangan pada Selasa yang diklaim menyasar "teroris" di Aleppo timur.

Sedangkan Rusia mengklaim menyerang ISIS dan "Jabhah Nushrah" di Suriah, tanpa menyebut diri terlibat di Aleppo.

Selama ini kedua pihak tersebut dianggap bertanggung jawab atas serangan udara brutal ke wilayah oposisi Suriah, termasuk penggunaan bermacam senjata terlarang tanpa akurasi, hingga menarget langsung fasilitas sipil. (Reuters/rslh)


Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.