Rusuh di penjaringan (Solopos/Antara foto)
Sejumlah massa melakukan perusakan dan penjarahan terhadap salah satu minimarket yang berada di wilayah Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Jum'at malam (4/11).

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, aksi massa tersebut merupakan murni tindakan kriminal, dan tidak ada sangkut pautnya dengan unjuk rasa yang dilakukan massa yang menuntut pengungkapan kasus dugaan penistaan agama.

"Itu penjarahan, murni kriminal", kata Boy Rafli saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, dikutip Vivanews.

Boy menjelaskan, sebelum melakukan penjarahan, massa yang diketahui merupakan warga sekitar melempari personel kepolisian dan anggota TNI yang sedang melakukan penjagaan.

Polisi menangkap 15 orang yang diduga sebagai pelaku penjarahan. Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut.

"Itu warga sekitar, 15 orang yang diamankan. Hari ini dipastikan statusnya", kata Boy.

Polisi telah memperketat keamanan Jakarta pada Jum'at malam.

Isu yang sempat merebak di media sosial terkait kerusuhan Luar Batang adalah masalah sosial karena penggusuran yang pernah dilakukan Ahok di sana dan sentimen SARA terhadap etnis tertentu. (Vivenews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.