Pesan kaki-kaki dari Ciamis sudah tersampaikan kepada kaum Muslimin lainnya, memeriahkan hajat besar hari Jum'at ini

Suasana jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta untuk bela Qur'an
Suasana tegang yang ditimbulkan jelang Aksi Bela Islam III sempat membuat pihak Kepolisian menelurkan kebijakan melarang pengusaha transportasi melayani massa yang ingin ke Jakarta.

Hal itu tak menyurutkan ghirah di dada kaum Muslimin di Ciamis. Semangat membela dan didorong kebanggaan harga diri Islam di tanah air tercinta, membuat mereka juga memutuskan 1 perkara: "Ke Jakarta dengan langkah kaki!"

Cerita dimulai dari gagalnya mereka memperoleh sarana transportasi karena polisi masih "memblokade" jalur ke Jakarta untuk 212.

Menurut Ulama Ciamis, KH Nonop Hanafi, awalnya ia ingin memesan sekitar 50 bus untuk memberangkatkan massa ke Jakarta, tetapi pihak pengelola bus urung menyetujui. Yang dinilainya karena pengusaha di bawah tekanan.

"Kami ambil langkah jalan kaki ke Jakarta ini sebagai bentuk solidaritas, panggilan hati nurani sebagai Muslim", katanya kepada Republika.

KH Nonop, yang merupakan pimpinan Ponpes Miftahul Huda 2, mengakui bahwa tidak mudah berjalan kaki dari Ciamis sampai Jakarta yang jaraknya sekitar 300 kilometer.

Ia berharap umat Islam lainnya bisa membantu sebisanya di sepanjang perjalanan menuju ibukota.

"Kami minta pada Allah semoga diberikan kekuatan", tegas beliau.

Bagai efek domino, aksi kaum Muslimin Ciamis akan diikuti Tasikmalaya, Garut, Bandung, hingga Jakarta.

Sehingga sekiranya massa dari Ciamis bertumbangan, langkah kaki umat Islam tetap terestafet hingga hari bela Qur'an nanti.

Lebih dari seribu massa Ciamis didominasi oleh para santri. Dalam video-video yang beredar, mereka terdiri dari berbagai usia.

Warga di sepanjang jalan ikut terharu, ada yang menyumbangkan makanan, minuman hingga uang bekal pada rombongan. Para ibu, nenek, abah dan aki-aki dibuat menangis.

Salah seorang santri asal Ponpes Miftahul Huda 2, Ricky Muzakir, mengaku bangga mengikuti aksi menunjukkan bentuk pembelaan pada agamanya.

"Saya bangga juga bisa ikut ini membela Islam, tuntutannya tentu sama seperti yang lain supaya Ahok ditangkap", katanya sembari berjalan.

Peserta aksi menggunakan pakaian putih-putih dan ada juga yang berkaus hitam dengan bertopi petani.

Tak ada yang menghalangi mereka meski diintimidasi atau dipersulit.

"Pak Kapolri, aksi kami aksi damai bukan makar. Walau terus diintimidasi, semangat juang kami takkan pudar. Tangkap dan penjarakan Ahok", tulis spanduk yang dibawa peserta.

Massa terbagi, ada yang berjalan kaki dan ada pula yang membawa mobil bak terbuka dengan pengeras suara guna memberi instruksi. Jalanan mengalami kemacetan akibat aksi massa memenuhi satu ruas jalan.

Pimpinan Koalisi Umat Muslim KH Aminuddin Bustomi di Tasikmalaya mengatakan, umat Islam di sana siap menyambut peserta aksi yang berjalan kaki dari Ciamis.

"Ini bukti kekuatan Muslim, kami akan tunjukkan seberapa besar kami walau pengusaha bus enggak mau nganterin ke Jakarta", katanya, Senin (28/11).

Muslim Tasik menunggu massa dari Ciamis untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Serta menyediakan posko guna melayani kebutuhan makanan dan minuman serta ruang istirahat.

"Kami estafet, kalau ada yang tidak sanggup, ya berhenti, tapi yang kuat mah lanjut", ujarnya.

Pada hari Senin itu pula, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji tidak ada lagi kebijakan melarang pengusaha bus dari melayani massa 212 dari daerah.

Tetapi sisa langkah kaki dari Ciamis tetap bergerak, solidaritas sesama Muslim justru makin meningkat oleh kaki mereka.

Foto dan video yang viral di internet menumbuhkan semangat untuk ikut serta dalam aksi 212.

Pagi ini, Rabu (30/11), sebuah media online melaporkan jika rombongan telah mencapai kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung. Sedang sekitar pukul 11 siang ini, mereka telah mencapai daerah Cileunyi, Bandung.

"Kita sekarang berada di Kampung Nagreg, Bandung. Sudah siap berangkat kembali", kata Ketua FPI Ciamis, Titing, kepada Detikcom.

Kadiv Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan mengawal massa hingga tiba di Jakarta.

Menurutnya, massa yang berangkat dari titik awal di Ciamis sendiri tersisa tak sampai 100 orang.

"Itu ada 86 orang dari Ciamis", ujar Kombes Yusri.

Namun pesan kaki-kaki dari Ciamis sudah tersampaikan kepada kaum Muslimin lainnya. Ikut hadir, menyumbang atau berdoa. Memeriahkan hajat besar umat Islam Indonesia Jum'at ini. (Republika/Detikcom/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: