Menlu Retno LP Marsudi dijadwalkan akan menghadiri pertemuan darurat OKI bahas upaya penyerangan kelompok Houthi ke Kota Mekkah, Arab Saudi.(ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Subekti)
Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi dijadwalkan akan menghadiri pertemuan darurat konferensi tingkat menteri (KTM) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Mekkah pada Kamis (17/11).

Dalam pertemuan singkat selama dua hari itu, beberapa isu penting dibahas khususnya mengenai adanya upaya serangan rudal ke Mekkah yang diluncurkan oleh kelompok Syi'ah Houthi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pertemuan KTM ini digagas oleh pemerintah Arab Saudi menyusul insiden yang mengancam negara itu.

Peluncuran rudal yang berasal dari wilayah Yaman pada akhir Oktober lalu juga dinilai mengakibatkan ketidakstabilan di kawasan.

"Memang ada pertemuan darurat OKI. Agenda utama nanti membahas upaya peluncuran roket ke wilayah Arab Saudi. Sebagai anggota, Indonesia wajib menghadiri pertemuan ini", tutur Arrmanatha kepada CNN Indonesia, pada Rabu (16/11).

Arrmanatha berujar, setiap negara anggota OKI dapat memanggil dan menggagas sebuah pertemuan ad hoc di luar pertemuan wajib organisasi selama isu yang dibahas merupakan isu krusial bagi negara anggota.

Setiap rencana pertemuan diperlukan kuorum dua pertiga anggota OKI agar dapat terlaksana.

Pertemuan tingkat menteri ini merupakan kelanjutan dari pertemuan darurat antara komite eksekutif OKI pekan lalu yang juga membahas perkembangan mengenai insiden terkait upaya penyerangan tersebut.

Para komite eksekutif OKI menyimpulkan percobaan penyerangan itu sebagai sebuah tindakan agresi yang "memprovokasi seluruh umat muslim di dunia dan bukti penolakan kelompok Houthi untuk mematuhi tuntutan komunitas internasional".

Militer koalisi pimpinan Arab Saudi mengumumkan pasukannya berhasil menangkal rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Yaman dan menargetkan kota suci Mekkah.

Serangan pada 27 Oktober lalu merupakan salah satu yang berhasil digagalkan Saudi di tengah keterlibatan mereka konflik berkepanjangan di Yaman.

Kantor berita Arab Saudi, SPA, melaporkan bahwa rudal itu berhasil dihancurkan sekitar 65 kilometer menuju kota tersuci bagi umat Muslim tersebut.

Meski demikian, Houthi mengklaim bahwa serangannya menargetkan "instalasi militer" di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, salah satu bandara sipil tersibuk di Saudi.

Militan Syi'ah juga mengonfirmasi jenis rudal yang digunakan, yaitu Burkan-1 (hasil modifikasi rudal Scud buatan Uni Soviet), melalui pernyataan resmi yang dirilis kantor berita mereka pada 28 Oktober.

Kelompok Houthi, yang diduga disokong Iran, dan bersekutu dengan loyalis mantan diktator Yaman Ali Abdullah Saleh, memang menargetkan sejumlah kota perbatasan Saudi.

Selain membahas soal serangan Houthi, pertemuan para menteri ini juga akan membahas mengenai pergantian Sekretaris Jenderal OKI baru.

"Pembahasan pergantian sekjen OKI yang mengundurkan diri juga menjadi salah satu agenda dalam pertemuan Kamis nanti", ucap Arrmanatha.

Iyad Madani memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen OKI pada akhir Oktober lalu setelah menjabat kurang lebih dua tahun.

Sekretariat OKI menyebutkan, Madani mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Keputusan Madani untuk mundur dipublikasikan hanya sepekan setelah ia dinilai menghina Pesiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, dan memicu kemarahan warga Mesir.

Dugaan penghinaan itu terjadi pada pertengahan Oktober ketika dalam sebuah sidang OKI, Madani ingin memanggil Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, namun salah mengucapkan namanya.

Madani mencampur nama Essebsi dengan Sisi, menjadi 'Presiden Beji Caid el-Sisi.' (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.