Ilustrasi "Jihad Konstitusi" 4 November
Ada-ada saja upaya masyarakat menekan pihak berwenang agar segera memenuhi tuntutan umat Islam untuk menghukum Ahok secara adil, terkait kasus pelecehan Al-Qur'an.

Terbaru, sebuah seruan diberikan, mengajak kaum Muslimin Indonesia menarik semua dana tabungannya yang ada di bank pada rentang waktu 15 s/d 20 November 2016.

Berikut pesan berantai yang disebarkan melalui berbagai media sosial dan komunikasi:

SEBARKAN WAHAI KAUM MUSLIMIN...!!!

*AKSI RUSH MONEY BELA ISLAM 15-20 NOP*

Dalam masa injury time menunggu keputusan hukum terhadap pelaku penistaan Al-Qur'an dan umat Islam, dan semakin gencarnya perang opini untuk membalikkan fakta/kenyataan di lapangan, muncullah inisiatif Umat Islam untuk melakukan aksi: *RUSH MONEY*. Yaitu, menarik semua dana di Bank sampai keadilan ditegakkan atas penghina Al-Qur'an.

Bayangkan kalau ada 5 juta umat Muslim yang berpartisipasi dalam aksi Rush Money sebesar 2 juta/orang, maka akan ada 5.000.000 x 2.000.000 = 10.000.000.000.000, itu kalau 5 juta orang dan masing-masing 2 juta, gimana kalau lebih? Bisa mencapai 100 trilyun uang yang rush dari dunia perekonomian kapitalis.

Banyak kaum Muslimin yang bisa melakukan ini, dan akan efektif mendorong penegakan hukum yang adil di negeri tercinta.

( RUSH MONEY )
Just Info: bank hanya mencadangkan 5 s.d 10% dana Cash saja dari total dana pihak ketiga, yaitu dana nasabahnya. Akan menjadi tekanan yang luar biasa bagi pemerintah kalau kaum muslimin menyambut seruan untuk tarik tunai dananya di bank.

#aksirushmoney_forjustice.

Yang belum berkesempatan demo tetap bisa melakukan "tarik uang besar-besaran"

*TARIK UANG BERSAMA-SAMA DALAM TGL 15-20 NOP*


Dampak penarikan
Jika terjadi penarikan besar-besaran dari nasabah, sebuah bank bisa kesulitan menjalankan likuiditas. Dampaknya adalah kepanikan lebih luas.

Pemerintah akan coba memberi dana talangan kepada bank yang di ujung tanduk, atau upaya mengambil alih.

Jika tetap gagal, kepanikan akan berubah menjadi krisis psikologi masyarakat. Perekonomian sektor riil lama-kelamaan akan terkena pengaruh.

Risalah juga menemukan himbauan lain, mengajak umat Islam untuk memindahkan dananya dari bank konvensional menuju "bank syariah", yang dinilai lebih baik atau menyimpan bank-bank milik orang Islam.

Semua himbauan tersebut mengharap akan terlaksana, sehingga jadi tekanan hebat bagi pengusutan hukum Ahok.

Belum diketahui siapa yang pertama kali membuat ajakan tersebut. (FB/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

6 comments so far,Add yours

  1. Ga kebayang kalo nasabah muslim misalnya, tarik uang mereka bareng2 pd saat yg sama selama bbrp hari, ancur deh tuh bank. Hilang tuh kesombongan taipan yg belagu di Indonesia.

    ReplyDelete
  2. ntar jangan salahkan pemerintah kalau inflasi dan harga2 naik, dasar goblok, mau aja dikibulin sama antek2 amerika. ntar kalo dollar naik yang disalahin pemerintah. padahal rakyat yang terprovokasi ikut aksi RUSH yang cenderung menggoblokkan dii sendiri. semakin kuat pondasi perbankan nasional, semakin kuat perekonomian nasional. di provokasi sama penjajah asing aja kok ya terpancing.

    ReplyDelete
  3. Hihi.. Aji mumpung banget ya.. Tapi sbnrnya yg butuh catatan perbankan itu kita lho.. Mau uang di timbun jg kl ga ada catatan perbankan kita ga bisa ngajuin pinjaman.nah negara kita aja hutang nya masih banyak,apaplagi kita yg cuma rakyat kecil masa iya ga butuh pinjaman perbankan? Maaf banget,tapi untuk saat ini bank muamalat sangat sedikit mengadakan kredit modal usaha atau perumahan.kenapa?krn modal mereka belum sekuat modal bank non muamalat.kan nasabah nya jg blm sebanyak bank konvensiaonal.
    Kalau masalah ahok juga di jadi kan ajang untuk menambah nasabah bank muamalat,, ya moment yang tepat sih.. Kapan lagi bisa memprovokasi masyarakat dengan dalih penistaan agama, padahal ujung ujung nya ga ada untung nya di kita kok.
    Yang untung ya tetap yang punya bank..hahahaha

    Ayo kita cerdas,, kl negara ini sampai terjadi inflasi seperti tahun 98 yg susah bukan hanya non muslim, tapi seluruh rakyat bangsa Indonesia.

    Dan saat kita kelaparan ga sanggup membbiayai keluarga kita krn dampak inflasi, saya pastikan bukan MUI, bukan FPI bukan syariat mana pun yang akan membantu kita

    ReplyDelete

Note: only a member of this blog may post a comment.