Rachmawati Soekarnoputri
Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar menemui pasukan TNI dan Polri mengundang kecurigaan publik.

Motivasi Jokowi gencar menemui pasukan TNI dan Polri dipertanyakan karena bertepatan setelah aksi demonstrasi umat Islam 4 November menuntut keadilan hukum kasus penistaan agama.

Rachmawati Soekarnoputri khawatir sikap Jokowi itu semakin memperkeruh suasana. Apalagi kepercayaan masyarakat sedang goyah, dan kemarahan terhadap rezim sudah akumulatif.

"Apakah Jokowi mau menghadapkan head to head TNI dengan rakyat?", ujar putri kandung Presiden pertama Indonesia, Soekarno itu dalam akun Twitter @rsoekarnoputri, Sabtu (12/11) dikutip Okezone.

Menurutnya, sikap Jokowi bisa memicu terjadinya konflik sosial. Ia menambahkan, politik Jokowi itu mengingatkan kembali publik dengan politik Belanda ketika menjajah Indonesia.

"Jadi siapa sebenarnya yang menjadi pemecah belah dengan pola devide et impera? Pasca aksi 4 November berbaik-baik dengan ulama tapi dilain pihak memberi perintah kepada jajaran polisi dan khususnya TNI Kopassus pasukan Combatan", ucapnya.

Sebelumnya, Kamis (10/11) Presiden Joko Widodo menyambangi Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta Timur.

Jokowi mengatakan, tujuan ke Markas Kopassus ialah untuk memberikan pengarahan. Selain itu, presiden juga ingin melihat kesiapan satuan Sandiyudha, Para Komando dan Gultor.

"Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan", kata Jokowi, seperti dimuat Detikcom.

Menurut Jokowi, pasukan tersebut bisa dia gerakkan jika dibutuhkan.

"Ini adalah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan sebagai panglima tertinggi lewat Pangab, lewat Panglima TNI untuk keperluan khusus", kata mantan walikota Solo itu. (Okezone/Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.