Anggota TNI menangani korban pendemo
Saat ricuh terjadi di depan Istana Negara, banyak pendemo yang berlari mencari perlindungan. Beberapa lari meminta pertolongan ke Posko pengamanan milik Kodam Jaya yang berada di dalam kompleks Monas.

Para pendemo yang mendatangi posko prajurit Kodam Jaya mengalami luka-luka akibat bentrokan. Posko yang awalnya merupakan posko pengamanan beralih fungsi menjadi posko kesehatan.

"Setidaknya ada 5 pendemo yang terluka dan dirawat di Posko Kodam. Mereka dehidrasi, kehausan minta minum, lecet-lecet dan lemas", ungkap Kapendam Jaya Kolonel Inf. Heri Prakosa dikutip Detikcom.

Banyak juga dari peserta aksi mengeluhkan mata perih akibat gas air mata. Namun salah satu korban akhirnya dibawa prajurit TNI ke RSPAD karena lukanya cukup parah.

"Sobek di hidung, mau dijahit maka dibawa ke RSPAD. Atas nama Arya Dewanto, mahasiswa FAI, Universitas Aisyiah Pondok Gede", jelasnya.

Bukan hanya pertolongan kesehatan, beberapa pendemo juga datang ke Posko Kodam Jaya meminta bantuan lain. Mereka mencari listrik untuk mengisi baterai handphone yang habis.

"Ada juga yang numpang telepon keluarga karena baterai HP nya habis", tutup Heri. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.