Sebanyak 39,5% responden merasa kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi selama ini justru merugikan agama Islam

Hasil polling Facebook Risalah
Polling sederhana yang diselenggarakan oleh Risalah di halaman Facebook telah berakhir Jum'at (25/11).

Tujuan polling adalah untuk mengetahui persepsi umat Islam terhadap kebijakan/sikap Presiden Joko Widodo terkait kepentingan agama mereka di Indonesia.

Terlebih di saat gencar isu-isu yang membuat pemerintah mulai memiliki "jarak" dengan kalangan Islamis.

Para responden ini berasal dari berbagai latar belakang, namun sebagian besar adalah warga dengan indeks ke-Islaman yang tinggi. Berdasarkan sampling penelusuran profil akun-akun mereka oleh redaksi Risalah secara acak.

Parameter yang digunakan adalah tingkat keaktivan mereka dalam mengikuti perkembangan isu-isu dunia Islam terkini.

Sebanyak 39,5% atau 498 orang responden merasa kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi selama ini justru merugikan agama Islam.

14,1% menganggap arah pemerintahan tidak pro Islam. Lalu 22,5% mengaku tidak tahu apakah pemerintahan telah menguntungkan agamanya atau tidak.

1,6% kurang setuju jika kebijakan pemerintah disebut pro Islam.

Sementara itu masing-masing di bawah 1% untuk responden yang merasa cukup ataupun sudah puas dengan arah pemerintahan soal agama Islam di Indonesia.

Adapun komentar yang diberikan sebagian besar kecewa pada presiden.

Beberapa isu yang membuat responden kecewa serta menganggap Presiden Jokowi "salah langkah" adalah kasus Ahok, demo 411, kasus warteg Saeni di bulan Ramadhan, perbandingan Tolikara dan Tanjung Balai, kampanye "Islam Nusantara", hingga tokoh-tokoh (kelompok) yang dianggap sesat terus menjamur.

Sebaliknya, langkah-langkah Jokowi tentang kebijakan ke-Islaman dipandang belum cukup dan prinsipil, seperti penetapan hari santri atau kunjungan kepada berbagai tokoh alim ulaama baru-baru ini.

Isu lama yang masih mempengaruhi benak sebagian netizen adalah menyoal kedekatan dengan "China dan Komunis", meski belum jelas apa hubungan isu ini sehingga membangun persepsi buruk kepada Istana dalam masalah umat Islam.

Namun ada juga yang menyatakan Jokowi adalah "Ulil Amri"-nya sehingga harus tetap ditaati meski misalpun zhalim, serta tak boleh dikritik atau disentuh.

Sisanya mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi belum menunjukkan arah pro Islam, tetapi menurut mereka pemerintah jangan dijauhi. Jangan sampai umat Islam kalah lobi ke pemerintahnya sendiri.

Termasuk yang tetap optimis dengan mendoakan presiden.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: