ABABIL DRONE, poster seruan bagi pemilik drone untuk ikut membantu 'mengamankan' aksi damai 4 November.

Aksi damai yang rencananya akan diselenggarakan Jumat siang ini (4/11) telah menyita perhatian kepolisian RI untuk membantu mengamankan aksi yang diperkirakan akan diikuti oleh puluhan ribu orang ini.

Berbagai upaya pengamanan dikabarkan sudah disiagakan, termasuk adanya pasukan kepolisian yang menggunakan atribut keagamaan.

Kemunculan anggota polisi bersorban putih menarik perhatian publik ketika mereka menggelar apel di Lapangan Monas, Jakarta, hari Rabu (02/11).

Dalam berita yang dilaporkan BBC Indonesia, juru bicara Mabes Polri, Boy Rafli Amar, membenarkan bahwa sekitar 400 polisi yang ditugaskan untuk mengamankan demonstrasi mengenakan atribut kopiah dan sorban putih, atribut yang kerap dipakai kalangan Muslim.

Beberapa laporan menyebutkan unit polisi ini diberi nama Asmaul Husna. Secara keseluruhan polisi akan mengerahkan setidaknya 17.000 personel untuk mengamankan demonstrasi.

pasukan asmaul husna
Selain polisi bersorban, Polri juga dilaporkan menyiapkan anggota polisi wanita berjilbab.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Awi Setoyono, mengatakan keberadaan polwan berjilbab diharapkan bisa menurunkan ketegangan yang mungkin terjadi di lapangan.
Skuat Ababil Drone

Di luar pengamanan resmi, peserta aksi juga berencana memanfaatkan drone atau pesawat tak berawak yang difungsikan untuk merekam jalannya demonstrasi.

"Sudah ada sekitar 30 drone yang akan kami manfaatkan untuk merekam aksi ... selain itu juga jika ada hal-hal yang tidak diingikan, seperti provokasi pihak luar, kami ada dokumentasinya," kata Ichwan Saefullah, peserta aksi yang menjadi koordinator tim drone.

Ia berharap pada Jumat pagi pihaknya menerima sekitar 100 drone. Ia menambahkan, perangkat terbang tanpa awak ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah peserta aksi yang kadang jumlahnya menjadi bahan perdebatan.

Selain drone, Ichwan menjelaskan bahwa nantinya ada sekitar 10.000 pasukan siber yang bertugas merekam, memotret, dan mengunggah foto-foto aksi secara real time dengan menggunakan telepon genggam.

Sama halnya dengan drone, foto atau video dari telepon genggam ini bisa menjadi bukti akan adanya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan. (BBC Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.