Kepolisian telah menetapkan sebanyak tujuh tersangka kasus pelemparan bom di Gereja Oikumene, Samarinda

Lokasi pelemparan bom molotov seminggu lalu
Kepolisian telah menetapkan sebanyak tujuh tersangka kasus pelemparan bom di Gereja Oikumene Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Minggu, 13 November 2016.

Dari pemeriksaan Kepolisian, para tersangka diduga merupakan merupakan bagian dari jaringan kelompok militan ultra ekstrimis ISIS.

"Ya bisa disebut mereka kelompok yang berbaiat kepada ISIS", kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, dikutip Vivanews, Minggu (20/11).

Menurut Boy, keterlibatan para tersangka dengan kelompok ISIS diketahui berdasarkan barang bukti yang telah diamankan oleh Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror.

"Dengan dokumen yang ada, simbol-simbol yang ada, barang bukti yang ada mereka dapat dikategorikan (ISIS). Walaupun derajat keterlibatan diawali dengan rasa simpati ingin ikut berjuang seperti orang-orang yang ada di Suriah, di Irak dan diimplementasikan", katanya.

Kejadian pelemparan bom di Gereja Oikumene saat digunakan jemaat HKBP itu mengakibatkan satu anak berusia 3 tahun, Intan Olivia Marbun meninggal.

Sedangkan tiga korban lainnya, Triniti Hutahaean, Anita Christabel dan Alfaro Sinaga mengalami luka bakar parah.

Pelaku pelempar bom molotov diketahui merupakan residivis kasus terorisme.

Santer pula dugaan "pengalihan isu" yang dinyatakan oleh berbagai aktivis Islam, terkait serangan itu. Mereka juga mengecam pelaku serangan. (Vivanews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.