Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault mengutuk serangan udara yang dilakukan rezim Assad di bagian timur Aleppo yang dikuasai oleh pihak oposisi

Menlu Perancis, Jean-Marc Ayrault

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault mengutuk serangan udara yang dilakukan rezim Assad di bagian timur Aleppo yang dikuasai oleh pihak oposisi.

Ia menyerukan perundingan ulang guna mengakhiri perang di Suriah.

Pernyataan ini dikeluarkan saat sang menteri bertemu dengan perwakilan dari Komite Tinggi Negosiasi oposisi Suriah (HNC) di Qatar Doha.

"Perang ini berlebihan. Saya mengutuk atas nama Perancis. Saya akan mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan dengan orang-orang yang memliki visi yang sama untuk masa depan Suriah dalam hitungan jam dan hari", kata Ayrault kepada Al-Jazeera.

"Anda tidak bisa hanya berdiri di sana dan menunggu Aleppo jatuh. Karena bukan hanya Aleppo yang dipertaruhkan, melainkan seluruh Suriah... 'kebermanfaatan' Suriah seperti yang mereka katakan. Jika negosiasi gagal, pihak yang kalah akan betindak radikal", katanya.

Sejak 2012, Aleppo telah terbagi dua antara rezim Assad dan pejuang oposisi. Pemerintah Assad mengendalikan bagian barat, sedangkan oposisi mengendalikan orang-orang di wilayah timur.

Wilayah oposisi menjadi rumah bagi sekitar 250 ribu warga sipil. Namun kini, mereka berada di bawah kepungan rezim Assad dengan ditambah serangan darat dan pemboman.

Hal ini diperparah dengan habisnya stok makanan juga pasokan medis yang hampir habis, serta adanya isu mengenai bencana kemanusiaan. (Orient-news)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.