Muhammad Guntur
Kameramen Kompas TV, Muhammad Guntur, menjadi sasaran amuk pengunjuk rasa hari Jum'at lalu.

Ia menerima sejumlah pukulan dari pendemo setelah sebelumnya diteriaki provokator oleh seseorang.

"Iya mas, tadi ada beberapa pukulan ke bagian belakang kepala saya", ujar Guntur, usai diselamatkan aparat kepolisian terpisah dari kerumunan pengunjuk rasa.

Menurutnya, kondisi itu berawal saat dirinya berusaha mengambil gambar, meliput suasana yang mulai memanas.

Dirinya berada di kerumunan, ‎persis di pertigaan Jalan Veteran dengan Jalan Medan Merdeka Utara, samping kiri gerbang Istana Negara.

Tiba-tiba saja seseorang yang berada di sampingnya menarik Guntur, menanyakan dirinya berasal dari media apa.

"Waktu saya jawab Kompas TV, ternyata malah makin ditarik. Kemudian dia melarang saya mengambil gambar", ujar Guntur.

Aksi tak berakhir sampai di situ, beberapa pengunjuk rasa lain bahkan meneriakinya provokator. Alhasil, sejumlah massa berusaha menghakiminya.

"Untung ada dua orang yang menyelamatkan saya. Dia bilang ini umat muslim juga. Tapi ada seseorang yang berusaha tetap menyerang saya", ujar Guntur.

Alhasil sepanjang jalan dari pertigaan Veteran-Medan Merdeka Utara hingga mendekati Gedung Sekretariat Wakil Presiden yang terletak di Jalan Veteran, Guntur menerima sejumlah pukulan.

"Tadi pasrah aja mas, enggak mungkin melawan meski mereka mengambil id card dan memory card dari kamera saya. Sudah ada sih wanti-wanti dari kantor agar berhati-hati", katanya dikutip JPNN.

Seperti diketahui, wajah seorang kameramen Kompas TV sempat beredar luas di media sosial dengan tag 'provokator yang melempar botol ke arah polisi'.

Hal itu kemudian dibantah oleh ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsyuddin, yang mengenal Guntur.

"Wartawan dlm gambar di atas adalah Mas Muhammad Guntur, kamerawan Kompas TV, yg saya kenal. Dia meliput di lapangan Aksi Damai 4 November 2016 dan bukan provokator. Utk diketahui, Kompas TV adalah satu dari dua TV Berita Nasional yg menyiarkan secara langsung Aksi Damai secara objektif dan proporsional", kata Din. (JPNN/Tribunnews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.