Andrew Handoko Putra dari Solo (FB Hanny Kristianto),
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Condro Kirono, menyatakan bahwa tersangka pelaku perobekan Al-Qur'an, Andrew Handoko Putra alias AH, dijerat dengan pasal penistaan agama.

"Penistaan agama. Ancamannya lima tahun, jadi kita bisa tahan", kata Condro Kirono di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (1/11), dikutip Okezone.

Condro menambahkan, tersangka AH sudah ditangkap dan demi kepentingan pemeriksaan kini yang bersangkutan ditahan di Polda Jateng.

"Jadi, sekarang ini sudah ditangani Polda. Pelakunya sudah ditangkap dan ditahan. saksi-saksi sudah diperiksa ada tiga saksi", katanya.

Tersangka AH sudah ditangkap dan kini ditahan di Polda Jateng demi kepentingan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan, penyidik menemukan unsur pidana dari ulah AH tersebut.

"Jadi, sekarang ini sudah ditangani Polda. Pelakunya sudah ditangkap dan ditahan. Saksi-saksi sudah diperiksa ada tiga saksi", ujarnya.

Seperti diketahui, AH diduga telah menyobek Alquran di sebuah rumah kos di Green Park Kamar Lavender, Jalan Pleret Raya Sumber Banjarsari, Solo pada Senin 31 Oktober 2016.

Peristiwa itu terjadi saat pelaku AH sedang bertengkar dengan seorang wanita dengan inisial FD alias Fafa. Singkat cerita, AH gelap mata dan menyobek Al-Qur'an. Korban FD alias Fafa mengadu ulah AH kepada rekannya, HB yang memberinya Al-Qur'an tersebut.

Menurut Condro, ada motivasi asmara di balik pertengkaran antara AH dan Fafa.

"Motifnya karena cemburu. Kan dia mendatangi kos-kosan pacarnya. Cemburu pacarnya enggak pulang-pulang, enggak datang-datang", ungkapnya.

Selain itu, tersangka juga diduga di bawah pengaruh alkohol. Sehingga, saat meledak pertengkaran antara sepasang kekasih tersebut, AH berubah gelap mata.

"(Tersangka) dipengaruhi minuman keras juga. Karena di situ kita temukan botol miras. (tersangka) Merusak kamar itu, salah satunya merobek Al-Qur'an", pungkasnya.

Versi lain
Sementara menurut kronologi yang diungkap aktivis Mualaf Center Indonesia, Hanny Kristianto, Andrew tidak terima temannya belajar Islam dan ingin masuk Islam.

Ia kemudian marah, mencaci dan melakukan kekerasan, termasuk menyobek Al-Qur'an bersama 2 buku Islam lainnya.

"Mari ikhwah fillah doakan dan dukung Mualaf Center Solo Raya dan Komunitas Mualaf Jogja mengawal kasus ini agar pelaku yang dipindahkan oleh Polres Solo ke Polda Jawa Tengah Indonesia tidak dibebaskan dan dihukum sesuai kesalahannya", tulis Hanny lewat halaman FB-nya. (Okezone/FB)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.