Dewan Keamanan PBB menyetujui perpanjangan satu tahun penyelidikan internasional tentang penyalahgunaan senjata kimia di Suriah

Dewan Keamanan PBB (Reuters)

Dewan Keamanan PBB pada Kamis (17/11) menyetujui perpanjangan satu tahun penyelidikan internasional tentang penyalahgunaan senjata kimia di Suriah. 15 anggota dewan menyetujui rancangan resolusi AS dengan suara bulat.

Penyelidikan oleh PBB dan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia, (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW) telah menemukan bahwa pasukan rezim Suriah bertanggung jawab atas tiga serangan gas klorin, sedangkan ISIS bersalah atas penggunaan gas mustard.

Pemerintah Assad selalu membantah pasukannya menggunakan senjata kimia selama perang sipil. Meski dalam laporan OPCW, seuah serangan gas klorin dilakukan dari helikopter, yang mana hanya Assad yang menggnakannya hingga 2015.

Perancis, Inggris, Amerika Serikat dan anggota dewan lainnya berharap, perpanjangan penyelidikan dapat memulai negosiasi untuk rancangan resolusi yang menghukum pelaku serangan, kemungkinan dengan sanksi dari PBB.

Namun Rusia, yang menjadi sekutu PAssad, mengatakan bahwa temuan penyelidikan tidak dapat digunakan untuk mengambil tindakan karena Damaskus harus menyelidiki tuduhan terlebih dahulu.

Rusia juga ingin penyelidikan lebih difokuskan kepada penggunaan senjata kimia oleh "teroris".

Klorin sebagai senjata dilarang di bawah Konvensi Senjata Kimia. Suriah bergabung sebagai anggota konvesi pada 2013.

Rezim Assad setuju untuk menghancurkan senjata kimia pada tahun 2013 di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh Moskow dan Washington. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.