Warga sipil Mosul
Pasukan khusus Irak mengatakan, pihaknya terus mencoba untuk masuk lebih dalam ke kota Mosul, Irak.

Mereka menyatakan harus menghadapi pertahanan ISIS yang menggunakan warga sipil sebagai tameng. Adapun dalam 10 hari penyerangan terakhir, sekitar 6 kota sekitar Mosul diklaim direbut dari militan.

Pasukan khusus bertugas membuka jalan bagi petempur lainnya yang hampir berjumlah 100.000 orang.

Pasukan elit kontra terorisme ini menerobos pertahanan ISIS awal minggu lalu, dengan menghadapi perlawanan sengit dari ISIS, bom bunuh diri dan penembak jitu.

"Kami menghadapi kubu pertahanan ISIS. Kami mengalami perang kota paling sulit, bertarung dengan adanya warga sipil, tapi pasukan kami dilatih untuk itu", ujar juru bicara pasukan kontra terorisme Sabah al-Numani.

Pasukan khusus di daerah timur telah masuk dalam distrik Qadisiya Al-Thaniya, di sisi timur basis yang mereka kuasai.

Pasukan keamanan lain bersama dengan Divisi Infantri, serta serangan udara koalisi pimpinan AS, bersiap untuk menuju bagian selatan Mosul dalam beberapa hari ke depan.

Petempur Peshrmega Kurdi menusuk dari barat. Sedangkan milisi Syi'ah yang kontroversial, menyerbu dari timur.

Pihak militer mengaku perang ini menjadi paling mematikan yang pernah mereka lihat.

Dalam perlawanannya, militan ISIS menggunakan lorong bawah tanah atau jalan-jalan sempit untuk menyerang.

Sementara itu, laporan lain menyebut, bahwa polisi Irak atau milisi melakukan kekejaman terhadap warga sipil Sunni.

Adapun militan ISIS, meraka mengeksekusi mati sejumlah warga atas tuduhan "berkhianat" dan "jadi mata-mata".

48 ribu warga Mosul diperkirakan telah mengungsi, dengan risiko peningkatan pesat ketika perang kota utama nanti terjadi. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.