Meski pasukan pemerintah telah berhasil memasuki Mosul, pertempuran diperkirakan masih akan memakan waktu beberapa bulan (Reuters)

Tentara Irak berhasil menerobos pertahanan kelompok militan ISIS di pinggiran timur Mosul pada awal pekan ini. Untuk pertama kalinya pasukan pemerintah dapat memasuki kota yang dikendalikan ISIS tersebut.

Pertempuran terjadi setelah serangan besar-besaran diluncurkan oleh pasukan Irak didukung berbagai pasukan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat. Operasi militer ini merupakan yang terbesar sejak invasi AS untuk menggulingkan Saddam Hussein pada 2003 lalu.

Meski berhasil memasuki Mosul pada Senin (31/10), para komandan memperkirakan pertempuran akan berlangsung selama beberapa bulan hingga ISIS dapat dipukul mundur dari kota itu.

Pasukan Kontra-Terorisme Irak (CTS) bergerak maju memasuki Gogjali, zona industri di pinggiran timur Mosul. Komandan CTS, Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa pasukannya telah mencapai tepi distrik Karama di dalam kota.

Sumber intelijen Kurdi Peshmerga menerima laporan bahwa tujuh militan ISIS tewas di distrik Aden, yang berdekatan dengan Karama, dan dua kendaraan mereka hancur akibat serangan.

Perdana Menteri Haider al-Abadi, berbicara di pangkalan udara militer Qayyara di wilayah selatan Mosul, menyatakan pasukan Irak berusaha menutup semua rute pelarian yang diduga akan digunakan oleh ribuan militan ISIS untuk lari dari Mosul.

Sekitar 50 ribu tentara pasukan keamanan Irak, polisi, Peshmerga, ribuan milisi Syi'ah dan koalisi pimpinan AS memulai serangan terhadap kelompok ISIS sejak 17 Oktober lalu.

Pertempuran diperkirakan akan berjalan alot karena ISIS kerap meluncurkan serangan balik dan menjadikan sekitar 1,5 juta warga Mosul sebagai perisai manusia. (CNN Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.