Seorang pejuang Sunni di Aleppo
Oposisi Suriah yang berbasis di Aleppo timur, Rabu (2/11), menolak tuntutan Rusia agar mereka keluar dari Aleppo hingga Jum'at malam, kata seorang pejabat di salah satu faksi perlawanan Sunni.

"Ini sungguh jauh dari yang dipertanyakan. Kami tidak akan menyerahkan kota Aleppo pada Rusia dan kami tidak akan menyerah", ujar Zakaria Malahifji, dari kelompok Fastaqim Union kepada Reuters.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa "pemberontak dan warga sipil diizinkan meninggalkan bagian oposisi Aleppo timur" dan juga mengisyaratkan akan memperpanjang penghentian serangan udara di kota itu.

Namun, Malahifji menolak jika ada jalur keluar aman seperti yang Rusia tawarkan.

"Itu tidak benar. Warga sipil dan pejuang tidak akan pergi. Warga sipil takut kepada rezim, mereka tidak mempercayai itu (Rusia). Dan para pejuang tidak akan menyerah", katanya.

Sebanyak lebih dari 500 warga sipil terbunuh dan 2.000 terluka (dengan layanan medis seadanya) akibat serangan udara Rusia/Assad di Aleppo sejak 22 September.

Jalur evakuasi juga pernah ditawarkan bulan lalu, namun hal ini dianggap sebagai bentuk pengusiran.

Baik Moskow maupun Damaskus kerap dituding telah menyerang rumah sakit, markas pertahanan sipil, hingga pabrik roti.

Untuk menembus pengepungan Aleppo timur, sejak hari Jum'at, kelompok oposisi mengupayakan serangan ke barat Aleppo.

Di tempat lain di provinsi Idlib, FSA mengecam ucapan utusan khusus PBB, Staffan de Mistura, bahwa Moskow atau Assad yang selama ini jelas-jelas melakukan kejahatan perang, bukan oposisi. Terkait komentar Mistura mengenai dampak operasi militer di Aleppo barat. (Reuters/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.