Harga minyak meningkat, negara-negara OPEC sepakat menyunat produksinya

Kantor OPEC di Wina, Austria
Harga minyak dunia melonjak pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meraih kesepakatan memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir.

OPEC sepakat untuk menurunkan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel per hari, efektif mulai 1 Januari selama enam bulan.

Pemangkasan produksi seperti ini terakhir kali terjadi 2008. OPEC ini akan bertemu lagi pada Mei 2017 untuk membahas kemungkinan kesepakatan perpanjangan selama enam bulan lagi.

Pemangkasan ini juga berkoordinasi dengan negara produsen non-OPEC, Rusia, yang berkomitmen akan mengurangi produksi sebesar 300.000 barel per hari.

Ini adalah pertama kalinya sejak 2001 bahwa Rusia bekerja dengan OPEC dalam upaya pengurangan produksi.

Negara ini telah lama menolak memotong produksinya dan mendorong produksi ke rekor tertinggi baru dalam beberapa bulan terakhir.

Pasar minyak terangkat oleh rilis rincian kesepakatan OPEC.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari meningkat USD 4,21 menjadi menetap di USD 49,44 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka naik sekitar sepuluh persen dalam perdagangan intraday, merupakan pergerakan terbesar satu hari sejak Februari.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, bertambah USD 4,09 menjadi ditutup pada USD 50,47 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sebelumnya pertemuan OPEC diwarnai ketegangan antara kubu Arab Saudi dengan Iran yang saling menolak tuntutan pemangkasan produksi. (Antaranews)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: