Setelah Rusia dan Iran membuat keputusan untuk mendukung serangan udara Assad yang brutal, banyak anak-anak yang terbunuh atau terluka, serta sekolah atau rumah sakit yang hancur

Presiden AS Barack Obama (Reuters)

Presiden AS Barack Obama mengatakan pada Minggu (20/11) bahwa kekacauan di Suriah bisa bertahan selama "beberapa waktu", dan bahwa dukungan Rusia dan Iran pada Basyar al-Assad telah meningkatkan keberaniannya itu untuk melawan pihak oposisi..

"Saya tidak optimis tentang prospek jangka pendek di Suriah", kata Obama dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari Reuters.

"Setelah Rusia dan Iran membuat keputusan untuk mendukung serangan udara Assad yang brutal, banyak anak-anak yang terbunuh atau terluka, serta sekolah atau rumah sakit yang hancur. Maka akan sangat sulit bagi oposisi, bahkan yang terlatih dan berkomitmen sekalipun, untuk mempertahankan wilayah dalam jangka waktu yang lama”, ucap Obama.

Ia pun berkata kepada Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik di Lima, bahwa dirinya sangat prihatin dengan pertumpahan darah di Suriah dan bahwa gencatan senjata diperlukan.

"Pada tahap ini, kita akan membutuhkan perubahan agar semua pihak berpikir tentang hal ini dan untuk mengakhiri situasi di sana", kata Obama.

Ia menambahkan: "Tidak ada keraguan bahwa kekuatan ekstremis akan terus berlangsung di Suriah. Negara itu masih akan berada dalam kekacauan selama beberapa waktu"

Di bawah pemerintahan Obama, program bantuan militer yang diawasi oleh CIA telah memberikan senjata dan pelatihan untuk pihak oposisi, juga berkoordinasi dengan negara-negara lain termasuk Turki, Arab Saudi, Qatar dan Yordania.

Sedangkan Trump telah menolak dukungan AS terhadap oposisi, dengan mengatakan ia ingin fokus untuk memerangi ISIS.

Bahkan mungkin bekerja sama untuk memerangi militan itu dengan Rusia, yang saat ini menjadi sekutu Assad paling kuat. Meski rezim Damaskus juga "waspada" terhadap manuver Trump dan partai Republik.

Menurut Obama, ia telah bergelut dengan pertanyaan tentang keterlibatan AS di Suriah selama lima tahun ini.

Ia mengatakan, Amerika Serikat tidak memiliki dasar hukum untuk keterlibatan militer di Suriah dan bahwa hal tersebut akan menjadi "kesalahan strategi". (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.