MUI adalah wadah dari berbagai ormas
Majelis Ulama Indonesia (MUI) enggan menanggapi kritik yang disampaikan mantan Rois Syuriah Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin mengatakan, pernyataan Gus Mus tak perlu ditanggapi.

“Tidak perlu kami mengomentari. Karena dari dulu memang begitu. Jika ada apa-apa, MUI yang dimintai tanggapan”, kata Ma’ruf kepada CNN Indonesia, Minggu (13/11).

Ma’ruf menjelaskan, MUI adalah organisasi yang merupakan representasi dari organisasi massa (ormas) Islam yang ada di seluruh Indonesia.

MUI sejak dulu dibentuk pemerintah untuk menampung ormas-ormas yang tersebar di seluruh penjuru tanah air.

“Di MUI semua ada, NU ada, Muhammadiyah ada, Al Washliyah, Tarbiyah ada. semuanya. Silakan tanya ke pemerintah”, tutur Ma’ruf.

Mengutip situs resmi MUI, organisasi ini berdiri pada 26 Juli 1975 di Jakarta, yang merupakan hasil musyawarah ulama, cendekiawan, dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru negeri.

Mereka yaitu 26 orang ulama yang saat itu mewakili 26 provinsi di Indonesia, 10 orang ulama yang merupakan unsur ormas Islam di tingkat pusat, empat ulama dari Dinas Rohani Islam, Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut, dan Polri, serta 13 tokoh perorangan.

Sebanyak 10 ulama dari unsur ormas Islam pusat yaitu NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Al Washliyah, Math’laul Anwar, Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam (GUPPI), PTDI, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Al Ittihadiyyah.

Mustofa Bisri menyebut MUI sebagai organisasi yang membingungkan lantaran tidak jelas statusnya apakah ormas, partai politik, atau institusi pemerintah.

"MUI ini sudah lama tidak jelas. Parpol, ormas atau lembaga pemerintah. Tapi kok ya dapat APBN", ujar Mustofa. (CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.