kendaraan militer CTS Irak melaju di lingkungan al-Zahraa, Mosul, Irak

Tentara Irak di utara Mosul bersiap menguatkan barisan untuk menghadapi ISIS yang bertahan di kota itu.

Penyerangan Mosul telah memasuki minggu ke-empat, dan wilayah itu hampir sepenuhnya terkepung. Namun, pertahanan militan baru bisa ditembus di bagian timur oleh pasukan elit.

Pasukan khusus di utara Mosul mengatakan, mereka mulai menargetkan Hadba, kawasan pertama dalam batas kota yang ada di depan pasukan.

Menurut Brigadir Ali Abdulla, para petempur ISIS telah diusir dari Bawiza dan Saada, meskipun kemajuan pasukan diperlambat oleh kehadiran warga sipil yang digunakan oleh militan sebagai “perisai hidup”.

"Pergerakan kami (untuk Hadba) akan sangat lambat dan berhati-hati agar dapat membebaskan warga dari cengkeraman ISIS", kata Abdulla.

Seorang warga berhasil melarikan diri dari Saada ke Bawiza bersama kedua anaknya. Ia mengatakan, mereka harus pindah dari rumah ke rumah dan bersembunyi diantara Domba agar tidak tertangkap oleh ISIS.

Di beberapa distrik, saking sengitnya perlawanan, kontrol bisa berpindah tangan sebanyak tiga atau empat kali. Dimana ISIS meluncurkan serangan balik malam hari.

Sebuah pernyataan militer kemudian mengatakan bahwa pasukan khusus CTS telah membersihkan dua distrik di timur Mosul, yaitu Arbajiya dan Karkukli, dari ISIS.

Pasukan telah mengambil alih kota Nimrud, 30 km di selatan Mosul. Kota itu merupakan salah satu situs bersejarah yang dikuasai ISIS. Kelompok militan menganggap warisan agama pra-Islam sebagai sebuah berhala.

Kerusakan yang dialami Nimrud masih belum dapat dipastikan, namun militer mengatakan banyak bangunan yang telah hancur sepenuhnya.

Kemenangan di Nimrud disambut baik oleh Wakil Menteri Kebudayaan Irak, Qais Hussain Rasheed.

“Pembebasan situs arkeologi Irak kuno dari sebuah kekuatan jahat bukan hanya kemenangan untuk Irak tetapi untuk seluruh umat manusia", katanya.

Lebih dari 54.000 orang terpaksa meninggalkan rumahnya selama masa penyerangan Mosul.

Dewan Pengungsi Norwegia, pada Minggu (13/11), menyatakan puluhan ribu orang "tidak punya akses kepada kebutuhan air, makanan, listrik dan pelayanan kesehatan dasar lainnya", di daerah yang telah direbut kembali oleh tentara.

Sementara 700.000 orang diperkirakan membutuhkan tempat tinggal, makanan, air atau dukungan medis. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.