Kelompok militan Syi'ah ini dituding sebabkan banyak masalah kemanusiaan

Juru bicara Koalisi Pasukan Arab, Mayjen. Ahmed Asseri mengatakan bahwa milisi Houthi menahan 34 kapal kemanusiaan yang membawa bantuan medis maupun kepentingan lainnya, selama lebih dari 186 hari.

Houthi, yang memiliki kendali atas dermaga itu, menolak membiarkan kapal-kapal pembawa bantuan untuk masuk.

"Saat ini tidak ada perwakilan PBB di pelabuhan al-Hudaida (pelabuhan terbesar di bawah kendali Houthi) yang dapat memastikan distribusi bantuan dan barang medis", kata Asseri, menambahkan bahwa bantuan tidak bisa menjangkau pihak yang membutuhkan.

Menteri Yaman untuk pemerintahan daerah, Abdul Raqeeb Fatah, menuduh milisi Houthi dan loyalis mantan diktator Ali Abdullah Saleh sengaja membuat warga Yaman kelaparan.

Setelah mereka menahan 34 kapal pembawa bantuan bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh negara-negara Teluk dari memasuki pelabuhan al-Hudaydah dan al-Salif.

Dalam sebuah pernyataan kepada Yaman Press Agency, ia mengatakan jika warga tidak memperoleh 496.000 ton bahan makanan, 146.000 ton minyak, serta 275.000 ton besi dan semen.

Warga al-Hudaydah berada dalam situasi kemanusiaan yang mengerikan, kelaparan dan terganggu oleh penyakit, sama seperti semua daerah di bawah kendali Houthi, sebutnya.

Pekan lalu, Inggris mengusulkan rancangan resolusi baru untuk perdamaian di Yaman kepada anggota Dewan Keamanan PBB, menyerukan gencatan senjata dan perpanjangan negosiasi.

Resolusi Inggris didasarkan pada lima poin, yaitu:
  1. Menghormati perjanjian penghentian permusuhan
  2. Melanjutkan konsultasi untuk mencapai solusi politik terencana, tanpa prasyarat, dan niat baik dari penyelesaian sesuai rencana yang diberikan oleh utusan PBB Ould Cheikh Ahmed
  3. Penarikan milisi dari wilayah di bawah kendali mereka
  4. Menyerahkan senjata berat
  5. Menunjuk seorang wakil presiden baru dan membentuk pemerintah persatuan nasional
Namun Presiden sah Yaman Abd Rabbu Mansour Hadi menolak rencana usulan Ould Cheikh, karena dianggap tidak sesuai dengan acuan sebelumnya, yaitu Resolusi PBB, hasil dialog nasional serta pandangan negara-negara Teluk. (Arabnews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.