Sebuah kapal penyelamat yang membawa lebih dari 200 migran Libya serta 8 mayat berlabuh di Sisilia

Kawasan Mediterania

Sebuah kapal penyelamat yang membawa lebih dari 200 migran Libya serta 8 mayat berlabuh di Sisilia, Italia pada Minggu (20/11) setelah seminggu terapung di laut Mediterania. Ratusan diantaranya tenggelam saat berusaha untuk mencapai Eropa.

Sebagian besar migran yang ikut dalam kapal Bourbon Argos tersebut adalah warga Afrika Barat. Hal ini dituturkan oleh Doctor Without Borders, lembaga yang mengoperasikan kapal penyelamat.

Rombongan ini termasuk 27 orang yang diselamatkan oleh angkatan laut Inggris pada Rabu (16/11) kemarin, karena perhau karet mereka bocor dan harus dipindahkan ke Bourbon Argos.

Enam mayat ditemukan dari laut sedangkan 97 orang lainnya yang berada di perahu kecil hilang dan dikhawatirkan telah tewas.

Total diperkiran terdapat 365 migran yang tenggelam selama pekan lalu di laut Mediterania, menurut Organisasi Migrasi Internasional (International Organization for Migration/IOM) pada Jumat (18/11).

Pengungsi yang berhasil selamat dari perahu kecil mengatakan, penyelundup datang dan menarik mereka ke laut selama dua jam, kemudian menodongkan senjata untuk memaksa para migran menyerahkan jaket penyelamat yang telah mereka bayar ditambah dengan mesin perahu itu.

Selanjutnya, para pengungsi ditinggalkan begitu saja.

"Pada saat itu saya pikir kami akan mati. Saya tahu saat itu kita tidak dekat dengan Italia dan tanpa mesin, kami tidak bisa pergi jauh. Penyelundup mengatakan kepada kami bahwa kami akan diselamatkan, tapi saya merasa kami akan mati", ungkap Abdoullae Diallo (18) dari Senegal.

Angkatan Laut Elit Inggris HMS Enterprise sering berpatroli sebagai bagian dari misi anti-penyelundupan di Uni Eropa, mengambil korban-korban dari perahu karet yang terapung sekitar 55 mil dari Tripoli.

Korban tewas di Mediterania diperkirakan mencapai 4.636 tahun ini, meningkat sebanyak 1.000 jiwa dibandingkan jumlah korban pada 2015. Kawasan Mediternia memang dikenal sebagai perbatasan yang paling berbahaya.

Lebih dari 168.000 migran telah mencapai Italia dengan perahu tahun ini, meningkat sebesar 154.000 dari keseluruhan pendatang pada 2015 dan mendekati rekor pada 2014 sebanyak 170.000 orang.

Italia telah menampung pendatang baru sejak pelaksanaan kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki mengenai penekanan arus migran yang berlayar menuju Yunani, pada Maret lalu. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.