Menteri Agama Lukam Hakim Syaifuddin (Detikcom)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bicara soal kesatuan dan kemajemukan Indonesia dalam Musyawarah Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (Munas LDII).

Lukman mengingatkan tentang hubungan antara negara dan agama yang harus dirawat dengan baik.

Lukman tampak mengenakan batik warna ungu. Ketika tiba di lokasi acara, ia disambut barisan Pramuka Kwarda DKI Jakarta dan tarian silat dari LDII, Persinas Asad.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa penyebaran informasi saat ini sudah mulai beralih ke sistem digital. Lukman menghimbau masyarakat agar memverifikasi segala informasi keagamaan yang didapat dari situs Google.

"Sekarang kita hidup di era digital. Hampir semua proses komunikasi kita tak bisa terhindar dari digitalisasi. Hal terkait keagamaan relevan disikapi dengan digital yang penuh kearifan. Terutama menyikapi persebaran informasi yang begitu pesat", ujar Lukman.

Menurutnya, anak-anak dan orang tua kini lebih mengandalkan Facebook dan Google sebagai tempat bertanya.

Menag juga menyayangkan penyebaran informasi yang dilakukan tanpa adanya verifikasi terlebih dahulu.

"Dan sekarang dikenal sebagai 'Majelis Al-Facebookiyah'. Sekarang 'Kanjeng Google' jadi guru. Fatalnya kita tak punya cukup waktu untuk memverifikasi untuk sekedar bertanya apakah ini benar atau tidak. Tanpa kita bisa mengenali apakah yang memposting apakah yang buat info itu kompeten dan otoritatif", ucapnya.

Lukman mengatakan, digitalisasi masih perlu disikapi dengan bijak. Keberadaan guru sebagai corong ilmu pengetahuan tetap menjadi hal yang penting.

Dalam kesempatan itu, ia juga menuturkan bahwa agama adalah dasar dalam Pancasila. Lukman menyebut agama termaktub dalam konstitusi Indonesia, sehingga nilai-nilai agama harus dijunjung tinggi.. (detikcom)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.