Respon internasional dianggap sangat lambat dan lemah. Berbeda dengan respon terhadap pemboman di Perancis, Turki, dan negara lain

Solidaritas untuk Rohingya di Bangladesh

Kekerasan dan kejahatan kemanusiaan terus dan kembali terjadi terhadap komunitas Muslim Rohingya Myanmar di Rakhine dalam sepekan terakhir.

Aksi pembunuhan dan pembakaran terjadi, namun Pemerintah Myanmar sepertinya diam atas kejadian tersebut.

Atas keprihatinan ini, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), mengutuk keras kekejaman terhadap Muslim yang dibiarkan oleh Pemerintah Myanmar.

Untuk itu, Ketua Umum DPP IMM Taufan Putra Revolusi Korompot, meminta pemerintah RI tegas mengusir Duta Besar (Dubes) Myanmar di Indonesia, sebagai sikap keras atas pembiaran kejahatan kemanusiaan terhadap Muslim Myanmar.

"Usir Duta Besar Myanmar dari Indonesia", kata Taufan, dikutip Republika, Minggu (20/11).

Ia menegaskan, sikap keras Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN sangat penting sebagai bentuk sikap penolakan pada kejahatan kemanusiaan.

Kekerasan dalam bentuk apapun dengan motif apapun tak bisa dibenarkan.

Pembantaian militer Myanmar kepada etnis Rohingya, yang merupakan penduduk Muslim, adalah kejahatan kemanusiaan.

Tak ada satupun dalil yang bisa membenarkan genosida tersebut. Di sisi lain, respon internasional juga sangat lambat dan lemah. Begitupun respon pemerintah RI.

Berbeda dengan respon terhadap pemboman di Perancis, Turki, dan negara lain. Karenanya, ia berharap Pemerintah Indonesia bisa dengan tegas engutuk keras pembantaian militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

"Mendesak Pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan apapun dengan Myanmar. Negara berdaulat tak berkompromi dengan siapapun yang melakukan kejahatan kemanusiaan", ujarnya.

Jika tidak ada sikap tegas dari pemerintah, ia mengatakan jutaan kader IMM di Indonesia yang akan memaksa Dubes Myanmar angkat kaki dari Indonesia. (Republika)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.