Arab Saudi
Seorang pangeran dari keluarga al-Saud dihujam cambukan di sebuah penjara Jeddah sebagai hukuman yang disahkan pengadilan, ungkap sebuah koran lokal, hari Rabu (2/11).

Koran Okaz tidak mengungkapkan identitas maupun pelanggaran apa yang menyebabkan sang pangeran dihukum.

Anggota keluarga Kerajaan itupun harus mendekam di penjara.

Eksekusi cambuk dilakukan oleh polisi pada Senin, setelah pemeriksaan medis memastikan fisik pangeran sanggup bertahan dari dampak cambukan, tapi tidak diungkap kali berapa jumlahnya.

Netizen Saudi menegaskan, hal ini menunjukkan hukum Islam tidak membedakan antara darah biru atau rakyat jelata.

Namun ada pula yang menuduh eksekusi cambuk hanyalah pengalihan isu dari pengetatan ekonomi yang mulai digencarkan oleh pemerintah.

Seorang juru bicara Kementerian Kehakiman Saudi tidak memberi komentar ketika dihubungi, kata kantor berita Reuters.

Arab Saudi, negeri tempat kelahiran Islam, mengikuti aturan ketat Ahlusunnah (Hanbali) dan memberikan kontrol atas sistem peradilannya pada para Ulama.

Sebelumnya, seorang pangeran al-Saud dipancung pada 18 Oktober di Riyadh, setelah pengadilan menyatakannya bersalah menembak mati temannya, menjadi eksekusi mati pertama seorang pangeran sejak 1970-an.

Pangeran Turki bin Saud al-Kabir mengaku bersalah menembak Adel al-Mohaimed setelah mereka berkelahi. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.