Gencatan senjata akan diperpanjang jika kelompok Houthi Yaman menunjukkan komitmennya dan memungkinkan bantuan kemanusiaan untuk masuk ke wilayah terkepung

Salah satu pemandangan akibat pertempuran antara militan Houthi dan pejuang pro-pemerintah di barat daya kota Taiz, Yaman (18/11/2016) (Reuters).

Koalisi militer pimpinan Saudi akan memulai gencatan senjata selama 48 jam dalam pertempuran di Yaman, dimulai pada Sabtu (19/11) siang hari (09.00 GMT). Seperti diungkap oleh Saudi Press Agency (SPA).

Gencatan senjata akan diperpanjang jika kelompok Houthi Yaman menunjukkan komitmennya dan memungkinkan bantuan kemanusiaan untuk masuk ke wilayah terkepung.

Koalisi telah memerangi pemberontak Houthi dan loyalis mantan diktator Ali Abdullah Saleh di Yaman sejak Maret 2015.

Pemberontak Syi'ah mencoba untuk mengambil alih kekuasaan dari Presiden saat ini, Abd-Rabbu Mansour Hadi, termasuk menawan pemerintah di tahun 2014 di ibukota Sana'a.

Yang kemudian Hadi berhasil melarikan diri ke kota Aden dan meminta bantuan negara-negara Arab.

Houthi diyakini meraih hasil gemilang saat itu, ialah karena didukung oleh unit kuat militer pendukung Saleh. Militan Syi'ah juga mendapat sokongan Iran sejak lama. (Reuters)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.