Namun agama yang paling banyak mengalami "hate crime" adalah Yahudi

Sumber : Twitter FBI

“Hate Crime” atau kebencian terhadap Muslim di Amerika Serikat melonjak 67% pada 2015.

Angka ini menjadi tingkat tertinggi sejak 11 September 2001, pasca serangan pada WTC. Menurut data statistik FBI.

Lembaga penegak hukum federal (FBI) pada Senin (14/11), melaporkan secara keseluruhan bahwa 57% dari 5.850 insiden “hate crime”, termotivasi oleh ras/etnis, sementara 20%-nya terkait sentimen agama.

Terdapat 257 insiden anti-Muslim di tahun 2015, sedangkan pada 2014 hanya 154 kasus. Jumlah ini merupakan kedua terbesar setelah masa 9/11, dimana saat itu terdapat 481 insiden “hate crime” terhadap Muslim.

Meski terjadi peningkatan kebencian kepada Muslim, tapi agama Yahudi tetap jadi target utama “hate crime” dalam hal agama di AS, dimana 53% insiden dialami oleh Yahudi.

Laporan itu juga mengungkap, terdapat 1.053 “hate crime” terhadap 'kaum pendubur' atau homo.

"Saya pikir statistik ini hanya sebagian kecil dari apa yang kita lihat terjadi di lapangan", ujar Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islam Relations/CAIR) Ibrahim Hooper.

"Kami menyaksikan beberapa percikan “hate crime” terhadap Muslim di akhir tahun 2015, dan jumlah ini meningkat lebih lanjut selama kampanye pemilihan Donald Trump... Kami perkirakan situasi dapat menjadi lebih buruk di masa depan, mengingat fakta bahwa Donald Trump telah mengangkat isu Islamofobia", keluhnya.

Menurut USA Today, mengutip Southern Poverty Law Center, sebuah lembaga yang melacak “hate crime” di seluruh Amerika Serikat, terhitung lebih dari 200 keluhan sejak pemilu kemarin. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.