"Tidak niat menista", tidak mungkin seseorang berpikir lalu mengatakan hal yang tidak dipikirkannya

Neno Warisman menjadi saksi ahli dari pihak pelapor

Neno Warisman hadir dalam gelar perkara kasus laporan dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai saksi ahli bahasa dari pihak pelapor, Novel Bakmumin.

"Dari ahli bahasa kita betul-betul temukan secara bahasa maupun niat itu bisa dibuktikan dari bahasa bahwa memang terjadi penistaan, itu bukan omong kosong, itu benar", kata Neno usai keluar dari Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/11).

Neno menjelaskan ada tiga faktor yang menunjukkan bahwa ucapan Ahok mengandung unsur penistaan. Yang pertama, ekspresi antara pikiran dan hati seseorang itu sama.

Tidak mungkin seseorang berpikir lalu mengatakan hal yang tidak dipikirkannya, lanjut Neno.

"Yang kedua adalah ekspresi realitas. Yang ketiga adalah jika kita mengatakan sesuatu, kita ingin orang lain percaya itu", ujarnya.

"Dari bahasa sangat kuat sekali untuk membuktikan ada penistaan", sambungnya.

Proses gelar perkara baru tahap penyampaian ringkasan-ringkasan saksi dari pelapor, belum ada adu argumen terjadi.

"Berlangsung hanya ringkasan-ringkasan saja belum berlangsung dialog. Sayang waktunya selama 48 menit agak ngantuk juga melihat videonya, setelah ditayangkan", ujarnya. (Detikcom)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.