Kapolri mengimbau demonstrasi dibatasi pesertanya. Sehingga mudah dikontrol dan tidak ada pihak ketiga yang memanfaatkan

Kapolri Tito Karnavian saat berkunjung ke MUI
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian merespons rencana aksi damai pada tanggal 2 Desember 2016 yang akan digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

Tito sebenarnya tak berharap ada aksi lanjutan, namun kalau demo tetap digelar diharapkan tidak anarkis.

"Berkaitan dengan rencana-rencana demo-demo berikutnya kalau permasalahannya ini adalah murni menuntut proses hukum Ahok saya kira sudah jelas dan tegas, saya sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia memberikan jaminan atas keseriusan penyidikan ini dan akan akan kita selesaikan secepat mungkin", kata Kapolri usai pertemuan dengan MUI di Gedung MUI.

Kapolri menuturkan, perkembangan pengusutan kasus dugaan penistaan agama ini akan sampaikan juga kepada Majelis Ulama Indonesia. Kalau berkas sudah lengkap kasus ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Kemudian kita minta masyarakat juga, tolong ikut cerdas untuk melihat fenomena demonstrasi. Demonstrasi adalah hak warga negara, tapi tolong kalau sudah terlalu banyak jumlahnya, itu akan lebih sulit dikontrol. Termaksud oleh pimpinan pendemo itu sendiri, atau yang memobilisasi demo, itu sulit dikontrol", jelas Tito.

Kapolri kemudian mengimbau agar demonstrasi dibatasi pesertanya. Sehingga mudah dikontrol dan tidak ada pihak ketiga yang memanfaatkan.

"Timbul psikologi massa yang bisa mudah sekali dipicu. Apa lagi kalau ada pihak-pihak ketiga, yang mengambil kesempatan untuk itu. Untuk itu sebaiknya kalau akan melakukan demo, tolong demonya dibatasi, sehingga tidak mudah untuk dikontrol oleh pimpinan mobilisasi, pimpinan demo", imbau Kapolri.

Kapolri berharap masyarakat mempercayakan pengusutan kasus penistaan agama kepada kepolisian. Sehingga tidak perlu ada demo lanjutan.

"Alhamdulillah, kalau seandainya percaya kepada langkah-langkah yang diambil oleh kami Kepolisian, dan sudah dijanjikan tadi, dan pertaruhannya adalah saya selaku Kapolri. Alhamdulillah kalau percaya, maka tidak perlu untuk ada demo, ikuti saja. Kalau sampai nanti memang ada isu-isu melakukan demo karena tidak percaya kepada Kepolisian dan lain-lain, ya saya pikir rekan-rekan masyarakat bisa cerdas jangan terbawa, dan jangan sampai melakukan aksi anarkis", jelas Kapolri.

"Kasihan rakyat Indonesia, kasihan masyarakat Jakarta, kasihan masyarakat yang membutuhkan ketenangan, pembangunan kita nanti akan bisa terganggu kalau seandainya terjadi distabilisasi keamanan dan otomatis juga akan memengaruhi pembangunan enggak jalan, kesejahteraan rakyat juga akan makin menurun", pungkasnya. (Detikcom)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.