Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Sidang Umum Interpol ke-85

Sidang Umum Interpol ke-85 telah resmi dibuka di Nusa Dua Bali pada Senin (7/11) yang dihadiri oleh 162 negara.

Sidang dibuka oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dengan menyampaikan pidato di depan seluruh peserta yang hadir.

JK menyebutkan bahwa Indonesia berpotensi memberikan sumbangan yang besar karena telah diakui peranannya dalam pengungkapan jaringan terorisme.

Atas hal itu pula JK mengungkapkan bahwa Indonesia bisa menjadi model dalam upaya penanganan terorisme.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah melakukan program deradikalisasi terhadap pelaku terorisme. Sejumlah mantan terpidana terorisme, seperti Ali Imron, turut dilibatkan pemerintah Indonesia untuk mendukung program deradikalisasi.

Ali Imron pernah terlibat pada serangan bom Bali 2002 yang menewaskan sedikitnya 200 orang dua belas tahun lalu.

Akan tetapi, psikolog Sarlito Wirawan menyatakan kini sudah tidak menggunakan istilah deradikalisasi lagi. Hal itu karena tidak semua terpidana terorisme mengubah sikap ideologinya.

"Karena program deradikalisasi itu ternyata tidak semua bisa melakukannya. Makanya, setelah deradikalisasi, kita namakan ini program disengagement", katanya kepada BBC Indonesia

"Sebab ada beberapa orang yang sudah kami anggap 'baik' ternyata balik (terlibat terorisme) dan kemudian tewas atau digerebek oleh polisi", lanjutnya.

Sidang Umum Interpol akan berlangsung hingga Kamis, (10/11) mendatang.

Presiden Interpol, Mireille Ballestrazzi, mengatakan sidang umum ini akan berusaha menciptakan peta jalur global kepolisian dalam mengadopsi dan mengembangkan pendekatan efektif dalam mengatasi masalah kejahatan transnasional.

Khususnya dalam peningkatan teknologi dan sumber daya yang memadai.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, sidang umum Interpol ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisisan Indonesia dalam mempertahankan keamanan negara.

"Dari sini kita berharap akan ada dukungan untuk kerja sama internasional yang kita butuhkan dalam menangani kejahatan lintas negara", ujarnya.

Tidak hanya terorisme, Indonesia juga sedang dihadapai dengan masalah penangkapan ikan ilegal.

"Karena itu kami hadirkan pula Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti sebagai pembicara kunci meskipun di negara lain belum menjadi masalah yang penting", ujarnya. (BBC Indonesia)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.