Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu (via Liputan6)

Pemerintah dan sejumlah figur politik Israel kini menagih janji presiden AS terpilih, Donald Trump, untuk segera memenuhi janjinya terkait kebijakan AS atas negara itu.

Salah satunya adalah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv.

Permintaan itu datang setelah penasehat Trump untuk Israel dan Timur Tengah, David Friedman mengatakan kepada Jerusalem Post bahwa Trump akan mewujudkan janjinya.

"Itu adalah janji kampanye dan kami punya keinginan untuk mewujudkannya. Kita akan melihat adanya perbedaan hubungan antara AS dan Israel dengan perspektif baru", kata Friedman seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (10/11).

Tokoh politik lain, termasuk menteri pendidikan berhaluan kanan yang kontroversial, Naftali Bennett, menyarankan Trump agar memberikan sinyal berakhirnya solusi dua negara dan aspirasi bagi Palestina.

"Kemenangan Trump adalah kesempatan bagi Israel untuk segera menarik kembali gagasan sebuah negara Palestina di tengah negara, yang akan merugikan keamanan kita. Ini adalah posisi presiden terpilih ... Era negara Palestina berakhir", kata Bennett.

Kampanye pemilu AS telah dipantau ketat di Israel, tidak sedikit janji Trump, seperti menolak kesepakatan nuklir Iran yang disusun oleh Barack Obama.

Selama kampanye Trump mengkritik kesepakatan Iran, menggambarkannya sebagai "kesepakatan terbodoh sepanjang masa" dan bersumpah akan merobeknya.

Selama kampanye, Trump juga berjanji menjadi "teman terdekat" Israel. Trump telah mengindikasikan ia akan mengambil pendekatan yang berbeda untuk penyelesaian pembangunan Israel di wilayah-wilayah pendudukan yang selama ini dikutuk oleh AS.

Namun, meskipun banyak sayap menyambut pemilihan Trump, komentator lainnya di Israel ternyata tidak nyaman atas persepsi bahwa Trump (atau anggota setidaknya tim kampanyenya) bertanggung jawab untuk pesan tersembunyi antisemitisme.

Terpilihnya Trump cepat disambut oleh Netanyahu. Namun Perdana Menteri Israel menjauhi isu-isu kontroversial.

Ia hanya memberi ucapan selamat Trump dan menyebutnya "teman sejati" Israel. Sementara Trump berjanji untuk bekerja sama dalam hal keamanan dan perdamaian di kawasan itu.

Netanyahu kemudian merilis sebuah video di situs berbagi video, menyambut penunjukan Trump.

"Presiden terpilih Trump adalah teman sejati negara Israel. Kami akan bekerja sama untuk memajukan keamanan, stabilitas dan perdamaian di wilayah kami. Hubungan yang kuat antara Amerika Serikat dan Israel didasarkan pada nilai-nilai bersama, kepentingan bersama dan tujuan bersama", kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Setelah percakapan telepon antara Netanyahu dan Trump, terungkap pula jika Trump mengundangnya ke AS.

"Presiden terpilih Trump mengundang Perdana Menteri Netanyahu untuk suatu pertemuan di Amerika Serikat pada kesempatan pertama", kata sebuah pernyataan dari kantor Netanyahu. (Liputan6)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.