60 ribu warga di Haifa terpaksa dievakuasi akibat kebakaran ini

Api mengepung beberapa kota Israel
Kebakaran menghanguskan hampir seluruh wilayah tengah dan utara Israel pada pekan ini, memaksa puluhan ribu warga melarikan diri dari kota Haifa.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut insiden ini adalah ulah pelaku kebakaran dan menyebut mereka sebagai teroris.

Sejumlah tayangan televisi menunjukkan dinding-dinding rumah warga diamuk api di kompleks perumahan di Haifa, kota terbesar ketiga di Israel.

Pemadam kebakaran berupaya menghentikan api yang semakin dekat dengan stasiun pengisian bahan bakar.

Kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan di beberapa lokasi selama tiga hari terakhir, namun intensitas api semakin meningkat pada Kamis (24/11), dipicu oleh cuaca yang kering dan angin timur yang kuat.

Sejumlah sekolah dan universitas dievakuasi, sementara dua penjara terdekat mengirim seluruh tahanannya untuk mendekam di penjara lain. Sejumlah pasien rumah sakit pun dipindahkan.

CNN melaporkan 60 ribu warga di Haifa terpaksa dievakuasi akibat insiden ini.

"Setiap kebakaran yang disebabkan oleh pembakaran, atau hasutan untuk pembakaran, adalah terorisme. Dan kami akan menanganinya seperti kami menangani terorisme", kata Netanyahu di Haifa, dikutip CNN Indonesia dari Reuters.

"Siapa pun yang mencoba untuk membakar bagian dari Israel akan menerima hukuman berat", tambahnya.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Gilad Erdan menyebut insiden ini sebagai "pembakaran terorisme" dan mengungkapkan bahwa pihak keamanan berhasi menangkap sejumlah pelaku pembakaran, namun tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

"Kemungkinan bahwa insiden ini kebakaran yang disengaja, maka ini ada keterkaitannya dengan nasionalisme", kata Kepala Polisi, Roni Alsheich

Kebakaran juga terjadi di kawasan hutan di sebelah barat dari Yerusalem dan sekitar Haifa.

Kebakaran menyebar hingga ke puncak bukit di sebelah tengah dan utara Israel, serta di sejumlah tempat di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Pemerintahan Israel pun meminta bantuan dari sejumlah negara tetangga untuk mengatasi kebakaran tersebut.

Yunani, Siprus, Kroasia, Turki dan Rusia menawarkan bantuan, dan beberapa pesawat dari negara itu sudah bergabung upaya untuk memadamkan kobaran api.

Netanyahu menyatakan dia telah meminta bantuan pengiriman pesawat pemadam kebakaran "Super Tanker" dari Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa Otoritas Palestina juga telah menawarkan bantuan.

Kebakaran di Israel ramai diperbincangan di media sosial dengan tagar #Israelisburning yang langsung memuncaki jajaran trending topics di Twitter. (CNN Indonesia)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: