Mantan presiden Mesir, Muhammad Mursi
Pengadilan Mesir menerima upaya naik banding dari mantan presiden Muhammad Mursi, maupun para petinggi dan anggota Ikhwanul Muslimin dalam kasus “menyerbu penjara”, dengan membatalkan hukuman mati atau penjara yang dijatuhkan untuk mereka.

Pengadilan banding menyelenggarakan sidang yang hanya berlangsung beberapa menit, tanpa sesi pemeriksaan bukti-bukti baru.

Melainkan hanya menjabarkan catatan dari pemeriksaan sebelumnya dan memorandum dari penuntut umum yang merekomendasikan pengadilan agar menerima banding serta membatalkan vonis-vonis tersebut.

Vonis itu berlaku bagi 129 terdakwa.

Para terdakwa dituduh mencoba menyerbu penjara-penjara Mesir serta menyerang instalasi keamanan dan anggota polisi saat revolusi penggulingan Mubarak, Januari 2011.

Menurut Abdul-Munim Abdul Maqsoud, seorang pengacara bagi terdakwa Ikhwanul Muslimin, pengadilan banding telah menerapkan hukum dengan benar.

“Keputusan tersebut telah diperkirakan sebelumnya, karena (hukuman Mursi) secara hukum cacat dan kami sedang menunggu pengadilan ulang”, dikutip Hidayatullah dari Middle East Monitor, Selasa, (15/11).

Mursi dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dengan tuduhan "memerintahkan pembunuhan para demonstran" pada akhir 2012, saat ia masih berkuasa.

Ia juga didakwa 40 tahun penjara atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk Qatar dan hukuman mati atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata untuk kelompok Palestina Hamas. (Hidayatullah)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.