Salah satu suasana aksi damai 411 (detik)

Pihak penyidik kepolisian telah menetapkan lima tersangka dari anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkait kerusuhan aksi damai 4 November 2016.

Polisi menyatakan ada perintah dari mobil komando HMI untuk mendorong polisi. Namun HMI menampik pernyataan polisi itu.

"Tidak ada", kata Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Mulyadi P Tamsir kepada detikcom, Rabu (9/11).

Ia menjelaskan saat itu dirinya ikut berada di mobil komando utama, pada sekitar pukul 16.00 WIB.

Kemudian, saat hari sudah mulai petang, sistem tata suara di mobil komando utama sudah tidak lagi dimanfaatkan.

"Mobil komando sudah tidak difungsikan ketika saya naik ke mobil komando utama", kata Mulyadi.

Malahan, klaimnya, massa HMI hendak mundur usai Maghrib, saat demonstrasi beranjak rusuh. Jadi, tak ada perintah dari mobil komando untuk menyerang polisi.

"Dari jam 16.00 WIB sampai selesai, kita sudah tidak manfaatkan mobil sound dan kita ikut komando utama", kata Mulyadi.

Sebelumnya, beredar berita yang menyatakan pihak pendemo telah terprovokasi atas perintah yang dikeluarkan pihak komando.

"Berdasarkan pengakuan mereka (pendemo) terprovokasi karena ada perintah dari mobil komando untuk mendorong petugas", ujar Kombes Pol. Awi Setiyono, sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Pihak penyidik sampai saat ini masih melakukan identifikasi terhadap pelaku kerusuhan yang terjadi saat aksi damai Jum'at, 4 November lalu. (detikcom/Antaranews)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.