Petugas kesehatan di Aleppo timur mencatat sebanyak 45 kematian dan 363 korban terluka akibat serangan udara dalam 2 hari (Rabu dan Kamis)

Seorang gadis berjalan di antara reruntuhan akibat serangan bom pada Kamis (17/11) di Al-Shaar, Aleppo, Suriah. (Reuters)
Serangan udara dan pemboman telah membunuh sedikitnya 25 orang di Aleppo timur pada Kamis (17/11).

Ini adalah hari ketiga dalam gelombang serangan baru yang sempat dihentikan sementara oleh Assad.

Basyar al-Assad mengatakan pada Selasa (15/11), bahwa serangan ditujukan kepada basis pertahanan "teroris", namun daerah timur Aleppo ini didominasi oleh pejuang oposisi FSA.

Petugas kesehatan di Aleppo timur mencatat sebanyak 45 kematian dan 363 korban terluka akibat serangan udara dalam 2 hari (Rabu dan Kamis).

Pengepungan yang disertai pemboman secara intens menciptakan krisis kemanusiaan di Aleppo timur yang mengerikan.

Bahkan diperburuk dengan seringnya serangan udara mengenai di rumah sakit, juga gangguan pada pasokan air bersih.

Hingga kini, sisa obat-obatan, makanan dan bahan bakar di kota itu terus terkuras.

"Persediaan yang ada hanya cukup untuk mempertahankan toko roti tetap bisa memberi makanan kepada warga. mereka hanya mendapatkan sekitar 15 persen dari apa yang dibutuhkan”, jelas Presiden Dewan Kota Aleppo, Brita Hagi Hassan.

PBB mengatakan, 250.000 warga sipil masih terjebak di wilayah yang dikuasai oposisi tersebut. Mereka dikepung oleh tentara Assad yang dibantu milisi Syi'ah asing.

Badan Amal Internasional Oxfam telah memindahkan generator listrik ke penampungan air Suleiman al-Halabi yang terletak di garis tempur antara timur dan barat Aleppo, dengan di bawah perjanjian melayani 2 sisi.

Oxfam juga mengatakan bahwa seluruh bantuan ke daerah terkepung tidak diperbolehkan rezim.

Seorang komandan senior pro Assad pekan lalu mengatakan, rencana merebut kembali seluruh kota akan dilaksanakan sebelum pelantikan presiden AS, Januari 2017.

Terpilihnya Donald Trump menimbulkan harapan Damaskus dan Moskow bahwa AS akan mengubah kebijakannya di Suriah. Meski Assad terindikasi masih waspada pada "manuver" Trump.

Adapun Rusia sangat getol melobi Trump untuk mengambil kebijakan yang lebih menguntungkan Moskow. (Reuters)
Share To:

Taufiq Risalah

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.