Jokowi kala kunjungi Muhammadiyah (foto Sindonews)
Presiden Joko Widodo melanjutkan konsolidasi kebangsaan ke sejumlah lembaga kemasyarakatan dan penegak hukum, Selasa (8/11).

Hari ini Jokowi menemui jajaran Polri di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), dan kemudian bertamu ke kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah.

Dalam satu pekan terakhir, kepolisian dan Jokowi menjadi sorotan saat sejumlah organisasi masyarakat berbasis agama menggelar unjuk rasa terkait dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama.

Dari PTIK, Jokowi akan meneruskan safarinya untuk bertemu Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kunjungan tersebut seharusnya dilakukan kemarin. Namun, lawatan ditunda karena Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir sedang berada di Ambon, Maluku.

Ada hal unik saat presiden akan mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah. Sejak jam 6 pagi ini lokasi disterilkan oleh pihak polisi.

Kemudian berduyun-duyun pasukan polisi dan TNI mulai memasuki area gedung PP Muhammadiyah. Mobil Baracuda pun ikut “mengepung” di pinggir gedung.

“Kami dulu ingin menemui Pak Presiden ke Istana, tapi malah menghilang. Sekarang malah mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah”, ujar Zul aktivis Pemuda Muhammadiyah, seperti dikutip Sang Pencerah, media afiliasi ormas Islam itu.

Senin kemarin, Presiden Jokowi mengawali safari konsolidasi dengan menyambangi Markas Besar TNI Angkatan Darat. Di sana, ia menemui para pejabat teras dan prajurit dari tiga matra.

Kepada TNI, Jokowi berterima kasih atas pengamanan unjuk rasa anti Ahok. Ia berkata, demonstrasi itu dapat berlangsung tertib.

Dari markas TNI AD, Jokowi bersilaturahmi dengan Pengurus Besar Nadhlatul Ulama. Ia bersyukur PBNU dapat menyejukan suasana politik Jakarta yang panas.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, kepada Jokowi, berkata, kerusuhan setelah salat Isya bukan disebabkan pedemo yang murni menginginkan keseriusan pemerintah menuntaskan perkara Ahok.

Ia menduga kericuhan dipicu sejumlah oknum yang memang ingin mencemari aksi damai 4 November seperti yang disepakati PBNU, Muhammadiyah, dan MUI bersama pemerintah beberapa waktu lalu.

Kepada warga negara Indonesia yang bermukim di Australia, Ahad lalu, Jokowi menyebut akan menggelar sejumlah dialog dengan pemuka agama dan tokoh politik. Konsolidasi itu, kata dia, penting untuk meredam potensi konflik usai unjuk rasa anti-Ahok.

"Untuk memberikan masukan-masukan dalam rangka memberikan rasa sejuk, mendinginkan suasana, dan hal-hal seperti itulah yang terus akan saya lakukan dalam minggu-minggu ini", ujarnya. (CNN Indonesia/Sang Pencerah)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.