Milisi lokal Somalia

Setidaknya 20 tewas dalam pertempuran antara pasukan dari Galmudug dan Puntland di kota perbatasan, satu minggu setelah gencatan senjata tercapai.

Gencatan senjata antara pasukan dari dua wilayah semi-otonom di Somalia rusak. Setelah terjadi pertempuran di wilayah sengketa yang menewaskan sedikitnya 20 orang.

Pada Minggu, terjadi bentrokan antara pasukan Galmudug dan Puntland di kota Galkayo seminggu pasca gencatan senjata berhasil dicapai.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Uni Emirat Arab, pasukan dari kedua pihak seharusnya menarik diri dari wilayah sengketa.

Kesepakatan ini sebelumnya sudah disambut baik oleh kedua pihak, bahkan diterima pula oleh Presiden Federal Somalia.

"Kami terkejut melihat pasukan Puntland menyerang masuk ke Galkayo selatan dan menghantam kami dengan granat dan peluru", Hirsi Yusuf Barre, walikota Galkayo selatan kepada kantor berita Reuters.

"Kami kehilangan tujuh tentara serta dua puluh lainnya terluka. Kami juga kehilangan mobil kami. Namun kami telah berhasil memukul mundur mereka. Kini Galkayo sudah dalam keadaan tenang kembali", tambahnya.

Saling Tuding
"Galmudug tidak menginginkan perdamaian, kami akan terus berjuang sampai kami dapat membersihkan pasukan Galmudug", kata Kolonel Mohamed Aden.

Aden mengatakan pihak mereka telah kehilangan 12 tentara dan 20 lainnya luka-luka. Mereka juga berhasil menangkap dua kendaraan beserta empat tahanan.

"Kami juga mengambil beberapa tanah di pinggiran Galkayo", katanya.

Mahad Ali Mohamed, seorang reporter untuk Codkamudug, turut tewas dalam baku tembak tersebut, kata Hanad Abdi Farah, manajer stasiun Codkamudug.

"Peluru bersarang di kepalanya. Saat itu dia sedang dalam perjalanan dari rumah dan menuju ke stasiun radio pada pagi hari", kata Farah. Ia menambahkan Mohamed sempat dilarikan ke rumah sakit, namun lukanya begitu parah sehingga nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Kekerasan antara kelompok-kelompok ini mulai meningkat bulan lalu, sekolah di Galkayo terpaksa ditutup dan beberapa warga sipil melarikan diri.

Somalia telah dilanda konflik sejak jatuhnya Mohamed Siad Barre pada tahun 1990-an, dan kelompok bersenjata al-Shabab (al-Qaeda) dituding menjadi salah satu penyebab utama bentrokan dalam dua dekade terakhir ini. (Al-Jazeera)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.