Berbagai media internasional ramai memberitakan penetapan Ahok sebagai tersangka. Serta mengklasifikasikan Muslim penolak Ahok sebagai "radikal" dan "garis keras"

Potongan video TIME sebut pendemo Ahok sebagai 'garis keras'
Berbagai media internasional ramai memberitakan penetapan Ahok sebagai tersangka. Serta mengklasifikasikan Muslim penolak Ahok sebagai "radikal" dan "garis keras".

Media ternama TIME, memberi judul artikel soal penetapan Ahok sebagai tersangka dengan 'Jakarta's Christian Governor Named a Blasphemy Suspect After Islamists Demand His Indictment'.

"Ribuan Muslim garis keras berunjuk rasa di Jakarta menuntut hukuman pada gubernurnya atas dugaan penistaan agama", tulis TIME dalam video unggahan berita, merujuk aksi besar-besaran pada 4 November lalu, sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

Media AS lain, The New York Times (NYT) dan The Washington Post juga ikut mengulas hal serupa.

NYT pada edisi 15 November memberi judul artikelnya dengan 'Indonesia Says Jakarta's Christian Governor Is Suspected of Blasphemy'.

"Mr Basuki, yang dikenal sebagai Ahok dan tengah mengikuti pilkada bulan Februari, telah menjadi target politik organisasi Islam radikal sejak menjabat di tahun 2014", tulis NYT.

Sedangkan The Washington Post dan USA Today memberi judul 'Indonesia police name Jakarta governor as blasphemy suspect' pada artikel ulasannya soal Ahok.

Kedua media itu menulis: "Awal bulan ini, Jakarta diguncang protes besar-besaran Muslim konservatif yang menolak gubernurnya. Satu orang tewas dan puluhan luka-luka oleh kerusuhan. (kelompok) Garis keras mengancam protes lebih besar jika Ahok tidak ditangkap".

Media ternama AS lainnya, CNN, juga menuliskan julukan "garis keras" kepada penentang Ahok.

"Basuki Tjahaja Purnama, juga dikenal sebagai Ahok, dituduh oleh kelompok Islam garis keras telah menghina agama mereka karena mengutip ayat Al-Qur'an dalam sebuah pidato", jelas CNN.

Media populer Inggris, seperti BBC memberitakan penetapan Ahok sebagai tersangka, serta menuliskan demo 411 dimotori kelompok garis keras.

"Awal bulan ini, setidaknya 100.000 orang ambil bagian dalam protes yang dipimpin oleh sebuah kelompok Muslim garis keras di Jakarta menyerukan pengunduran diri dan penghukumannya", tulis BBC.


NU sesalkan pemberitaan negatif 411
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siroj menyayangkan pemberitaan negatif media-media asing yang hanya memberitakan Aksi Damai Bela Quran atau Aksi Damai 411 rusuh.

Padahal sebelum malam, massa menjalankan aksi dengan damai.

“Media-media asing seperti CNN, Al-Jazeera hanya memberitakan aksi saat rusuhnya saja, saat damainya pas siang hari tidak diperlihatkan”, katanya dalam acara konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (17/11).

Akibat pemberitaan negatif tersebut, lanjutnya, teman-teman Said di luar negeri langsung menanyakan kondisi Indonesia.

Padahal, aksi yang dilakukan massa berjalan damai sebelum ada oknum provokator yang memancing kerusuhan, dikutip Hidayatullah dari Islamic News Agency (INA).

(Detikcom/Hidayatullah/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.