Lima tahun lebih konflik antara rezim Assad dan oposisi Sunni terus berlangsung, membara hingga saat ini.

Menurut Orient-news, 4 tahun lalu pasukan oposisi Suriah hampir berhasil mengalahkan tentara Assad di sekitar utara Aleppo.

Namun, kemunculan tiba-tiba militan ekstremis ISIS dari Irak ke Suriah, segera memecah konsentrasi oposisi dalam mengalahkan Assad.

ISIS muncul dan menjadi terkenal karena penaklukannya yang membabi buta. Mendeklarasikan diri sebagai "Daulah" atau "negara", mereka memaksa semua faksi berbaiat pada al-Baghdadi, mulai akhir 2013.

Kelompok teroris ini kemudian berfokus menyerang FSA dan sekutunya dibandingan kepada Assad.

Ahrar Syam misalnya, menemukan militan lebih memilih membunuhi pejuang Sunni karena dituduh murtad (keluar dari Islam), daripada pihak Assad (Syi'ah Alawite) yang dianggap kafir asli.

Baru-baru ini, konfrontasi di Aleppo 3 tahun lalu terulang lagi. Ketika FSA meluncurkan operasi 'Euphrate Shield' bersama Turki, menyasar wilayah pasukan al-Baghdadi di Aleppo utara.

Para militan ISIS menarik diri dari beberapa desa tanpa perlawanan apapun, sehingga membiarkan wilayah kosong itu diambil alih oleh pasukan Assad dan YPG Kurdi.

Arah perlawanan ISIS ke FSA

Sementara di garis pertempuran dengan FSA, ISIS memberikan perlawanan sengit, termasuk mengirim beberapa pelaku bom bunuh dirinya, hingga upaya merebut ulang beberapa desa.

FSA juga menuduh rezim Assad mendukung perlawanan ISIS terhadap 'Euphrate Shield', dengan melancarkan serangan udara ke posisi FSA yang tengah bergerak menuju benteng utama ISIS di kota al-Bab.

Pertempuran di timur-utara Aleppo kini menjadi rumit, dengan 4 pihak berbeda. (Orient-news/rslh)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.