Revolusi Suriah dimulai Maret 2011. Mulanya hanya berupa gerakan protes yang menuntut kebebasan berpolitik, reformasi ekonomi, dan diakhirinya korupsi.

Ilustrasi sipil bersenjata dengan perlengkapan seadanya (foto),


Revolusi Suriah dimulai Maret 2011. Mulanya hanya berupa gerakan protes yang menuntut kebebasan berpolitik, reformasi ekonomi, dan diakhirinya korupsi.

Tak seperti gerakan masyarakat di negara Arab lainnya, pemerintah Suriah malah melakukan serangan berdarah kepada ribuan demonstran dan warga sipil lainnya. Tentara Arab Suriah (Syria Arab Army/SAA) yang dikerahkan menghadang demonstran ternyata melakukan tindakan keras sehingga menimbulkan kemarahan warga yang memicu perlawanan bersenjata.

Pada April 2011 hingga musim panas 2013, kekejaman yang dilakukan SAA mendapat penolakan dari internalnya. Terjadi desersi dan pembelotan yang cukup besar. Mereka kehilangan banyak anggota. Lebih dari setengah personil aktif SAA menolak perintah atasan untuk menembaki demonstran.

Pembelotan tahap pertama diperkirakan mencapai 30-40 ribu personil. Mereka inilah kemudian menjadi cikal bakal pasukan oposisi bersenjata dan pada Agustus 2011 menamakan dirinya "Tentara Pembebasan Suriah" (Free Syrian Army).

Hitungan moderat memperkirakan jumlah pembelot ini mencapai 15 ribu personil, sementara versi Assad hanya 7.000 tentara.

FSA menjadi cikal bakal perlawanan bersenjata terstruktur pertama kali yang mewadahi semua penolakan terhadap rezim Damaskus.

Perang Suriah masih berlanjut hingga saat ini, menyebabkan keretakan geografis, ideologis, struktural, hingga diplomatis. Beberapa perubahan pun terjadi. Kecenderungan yang timbul diantaranya:

Kelompok Islam garis keras muncul dan berusaha menyingkirkan para pejuang berbau sekuler. Bahkan dalam beberapa kesempatan, mereka melakukan dengan cara yang keras.

Rezim melanjutkan aksi tangan besi terhadap gerakan rakyat, dengan dukungan Rusia dan Iran berupa suplai logistik, militer, hingga keuangan.

Jumlah personil pejuang revolusi sendiri terus mengalami perkembangan selama lima tahun terakhir. Dari 40 ribu orang pada bulan Juni 2012 menjadi 75 ribu orang pada Maret 2013. Data terakhir terdapat sekira 125 ribu orang pejuang

Salah satu penulis di medium.com membuat pengelompokan grup oposisi Suriah sebagai berikut:

Free Syrian Army

Symbol kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan FSA. Lambang misil mengindikasikan kelompok yang diberi persenjataan BGM-71 TOW ATGMs
Cukup sulit mendifinisikan FSA. Dalam pengertian paling sempit, FSA dapat dikatakan sebagai gabungan dari anggota SAA yang membelot.

Namun defenisi tersebut dirasa kurang pas karena beberapa alasan.

Pertama, prajurit SAA asli hanya bergabung ke grup pembebasan yang cukup besar, seperti FSA Army of Victory dan FSA Army of Liberation (Jaisyul Hurr).

Kedua, definisi tersebut tidak menghitung grup yang menamakan diri mereka sebagai FSA, yang menerima dukungan internal maupun eksternal berupa dana, senjata, dan politik.

Dalam tulisan ini, FSA umumnya dimaksudkan mencakup pasukan yang terbentuk pada masa awal revolusi, pasukan yang menamakan diri mereka FSA, dan pasukan yang mengadopsi simbol maupun gerakan FSA.

Lambang FSA Army of Liberation. Symbol “3 bintang” pada logo tersebut merupakan branding dari FSA yang juga dipakai oleh para pendukungnya.

Lambang Authenticity and Development Front dukungan AS.

Ruang operasi Fathu Halab dinilai kurang pas memakai symbol 3 bintang karena ruang gerak mereka di Aleppo banyak berdekatan dengan faksi non-FSA.

Lambang FSA Army of Liberation. Symbol “3 bintang” pada logo tersebut merupakan branding dari FSA yang juga dipakai oleh para pendukungnya

Lambang Authenticity and Development Front dukungan AS

Fathu Halab dinilai kurang pas memakai symbol 3 bintang karena ruang gerak mereka di Aleppo banyak berdekatan dengan faksi non-FSA

Southern Front of the Free Syrian Army (FSA front selatan)

Symbol dari kelompok-kelompok Southern Front. Lambang misil mengindikasikan kelompok yang diberi persenjataan BGM-71 TOW ATGMs
Southern front merupakan faksi oposisi Suriah yang paling kompleks.

Sub-koalisi dalam Southern front tampaknya menyerupai boneka matryoshka (jenis boneka dengan tingkatan ukuran), dengan banyaknya perubahan dan tumpang tindih koalisi maupun daerah operasi.

Southern front telah membentuk struktur komando sejak masa awal konflik, namun pertempuran mereka sebagian besar telah berhenti sejak dukungan dari Jordanian JOC berkurang setelah peristiwa Southern Storm Battle di kota Dara'a.

Independen FSA


Gabungan Independent FSA Friendly Group. Lambang misil mengindikasikan kelompok yang diberi persenjataan BGM-71 TOW ATGMs
Grup dalam kategori ini mencakup golongan moderat dan independen seperti Harakat Bayan serta grup berbau jihadis seperti Ajnad Syam.

Beberapa dari kelompok ini telah bergabung sepenuhnya pada prajurit FSA seperti pada grup Nuruddin Zenki dan Failaqurrahman (Al-Rahman Corps).

Menarik, perlu diperhatikan bahwa faksi-faksi ini memakai bendera kemerdekaan Suriah seperti FSA meski tidak selalu konsisten dengan ciri khas FSA. Pasukan Failaqurrahman di Ghouta Timjr adalah contoh paling tepat.

Kelompok oposisi non-FSA lainnya adalah Ahrar Syam. Anggotanya yang mencapai 15.000 orang, menuliskan penolakan untuk memakai bendera Suriah dalam sebuah pernyataan resmi.

Namun, kepala Hubungan Politik Asing Ahrar Syam, Labib Nahhas, pada Maret 2016, menyatakan bahwa kelompok itu tidak keberatan memakai bendera Suriah dan menyadari bahwa itu adalah simbol revolusi.

Simbol utama kelompok Al Rahman

Simbol lain dari kelompok Al Rahman yang kerap muncul di media social. Symbol ini mengikut sertakan bendera Suriah
Semua kelompok Regional Coalition saat ini
Salah satu yang membuat komando pertempuran menjadi rumit adanya keharusan bagi FSA dan kelompok Islamis lainnya membentuk ruang operasi gabungan dengan jihadis transnasional (dari luar daerah/negeri –red).

Kelompok jihadis tersebut kadang mengalami bentrokan dengan anggota FSA seperti pertempuran di Idlib yang melibatkan Jabhah Nushrah (sekarang Jabhah Fathu Syam).

Peristiwa itu menyebabkan pembubaran faksi FSA Harakat Hazm di awal 2015. Konflik terbaru yang dihadapi divisi 13 FSA dan FSA Army of Liberation juga mengikut sertakan JFS.

Aliansi Jihadis Transnasional

Semua kelompok dalam Transnational Jihadi Co-Belligerents
Faksi jihad (non-ISIS) terbagi menjadi dua: Faksi yang berafiliasi pada Al-Qaeda seperti Turkistan Islamic Party (Hizbul Islam Turkistan), dan faksi gabungan jihadis lokal serta transnasional seperti Jundu al-Aqsa. Semua mereka bersatu melawan rezim Assad dan ISIS.

Jabhah Fathu Syam sendiri termasuk faksi dengan ideologi Jihadis, namun menyatakan pemisahan diri dari Al-Qaeda.

Syria Democratic Forces (SDF)

Semua kelompok dalam Faksi SDF

Kelompok ini disebut sebagai contoh "FSA" sekuler di komunitas Arab dan Kurdi (YPG). Karena itu mereka bisa dianggap bagian dari Revolusi Suriah.

Faksi-faksi terkenal yang sudah bubar
Terdapat beberapa grup oposisi yang saat ini sudah tidak aktif lagi. Beberapa diantaranya cukup penting untuk dipelajari agar dapat memahami perkembangan kelompok lain yang ada saat ini.

Liwa Tauhid
 Abdul Qadir Saleh dan rekan-rekannya mendirikan grup terkuat no 2 di Suriah, Liwa At-Tauhid.

Grup yang menyatakan berafiliasi pada Ikhwanul Muslimin tersebut beranggotakan 11.000 pasukan, jumlah yang ketika itu sangat besar, sebab FSA, grup terkuat no 1 nya, yang didirikan oleh sekelompok perwira militer pembelot dari rezim Assad, hanya beranggotakan sekira 15.000 an pasukan saja

Hingga Sabtu 15 Oktober 2016. Liwa Tauhid tinggal cerita, mereka meleburkan diri pada grup Nuruddin Zenki yang pendukung utamanya juga negara Qatar

Kemudian salah satu grup yang muncul pada awal revolusi (namun hilang begitu saja) adalah Faction to Liberate the People.

Kelompok ini memiliki 350 anggota yang aktif di Hama pada 2012. Meskipun kecil, grup ini perlu diperhatikan karena ekstrimis sayap-kiri internasional pendukung Assad selalu berusaha menghilangkan mereka dari sejarah.

Kelompok sayap kiri yang berusaha membebaskan orang-orang di Hama

Salah satu grup penting lainnya adalah Ikhwanul Muslimin (IM), yang juga terkait Shields of the Revolution Council.

IM adalah reinkarnasi dari faksi yang memimpin perlawanan tahun 1976 melawan rezim Assad yang berakhir pada pembantaian Hama 1982. Puluhan ribu masyarakat sipil dan militan tewas saat itu.

Pada fase kedua revolusi Suriah, IM kurang menonjol sehingga mereka kalah tenar dengan faksi lain yang menyebabkan pembubaran Shield of Revolution Council awal 2015.

Tapi beberapa kelompok FSA lalu berafiliasi dengan mereka di kemudian hari dan membentuk Sham Legion (Failaq Syam), salah satu FSA Islamis yang cukup besar dan berpengaruh.

Lambang shield of revolution council
Grup lain yang juga cukup menarik adalah FSA Infantry Division 30 yang aktif di Aleppo utara karena salah satu pemimpinnya pernah membawa lari suplai senjata dari Amerika untuk diberikan pada Jabhah Nushrah.

Jumlah mereka sedikit, beberapa diantaranya merupakan bagian dari New Syirian Force (NSF). Grup ini cepat gulung tikar karena kurangnya dukungan dan pengalaman di lapangan.

Bagaimanapun, simbol grup ini menjadi petunjuk penting karena nantinya akan dipakai kembali oleh Eastern Qalamoun dan Homs dalam New Syrian Army dengan logo versi baru.

Lambang Infantry Division 30

Lambang Infantry Division 30 yang dipakai dalam video propaganda di media social mereka. Terlihat mirip dengan NSA

New Syrian Army sebelumnya bernama Authenticity and Development Front, adalah kelompok yang berkembang dalam model perjuangan yang rumit pimpinan Abu Kamal.

Mereka dihancurkan ISIS saat kelompok tersebut mengambil alih. NSA juga pernah menggunakan lambang seperti berikut:



Terakhir, untuk memuaskan keingin tahuan sejarah, terdapat sebuah grup di Deir Ezzor bernama Saddam Husein Martyrs Brigade (Liwa Syuhada Saddam Husein). Kelompok itu terakhir diketahui aktif pada Oktober 2013 sebelum ISIS mengambil alih bagian timur Suriah.

Lambang Saddam Husein Martyrs Brigade
Bersambung
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.