Ilustrasi MUI
Sejumlah tokoh menyayangkan sikap Polri meminta keterangan ahli tafsir dari Mesir dalam kasus penistaan Al-Qur'an. Sikap Polri ini mengesankan tidak percaya lagi dengan para ulama di Indonesia.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon khawatir sikap Polri malah menimbulkan krisis kepemimpinan di negara ini. Menurutnya, ulama bisa saja tidak percaya lagi dengan pemerintahan sekarang.

"Sedih melihat ulama Indonesia sudah tak dipercaya lagi, lalu membawa ulama Mesir. Jangan sampai nanti ulama Indonesia tak percaya lagi pada umara", ujar Fadli dalam akun Twitter @fadlizon, Senin (14/11/) dikutip Sindonews.

Pendapat yang sama juga disampaikan aktivis muda Indra J Piliang. Menurutnya, sikap Polri itu sama saja menarik persoalan penistaan Al-Qur'an yang diduga Ahok ke wilayah internasional.

"Menghadirkan ulama asal Mesir adalah cara internasionalisasi persoalan keagamaan yang ada di RI. Israel juga bakal masuk", ucap Indra dalam akun Twitter @IndraJPiliang.

Sedangkan menurut Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, saksi ahli dari Mesir didatangkan atas inisiatif pihak terlapor (Ahok).

"Itu dari pihak terlapor ya (Ahok). Pihak terlapor boleh (mengajukan ahli)", ungkap Kapolri di Mako Brimob Kepala Dua, Depok.

Tito mengibaratkannya dengan kasus kopi maut sianida yang menjerat Jessica Kumala Wongso. Saat persidangan, kubu Jessica mendatangkan ahli racun dari Australia Profesor Beng Beng Ong.

Seperti diketahui, saksi ahli asal Mesir yang diundang kubu Ahok adalah Syeikh Mustafa Amru Wardani, bagian dari lembaga Darul Ifta. Ia kabarnya pernah memfatwakan bolehnya pejabat kafir (non Muslim) di Mesir. (Sindonews/rslh)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.