Situs berita online terbesar di Indonesia, Detikcom, melakukan kesalahan saat membuat berita soal Aleppo timur

Detikcom beritakan hal salah soal Aleppo
Situs berita online terbesar di Indonesia, Detikcom, melakukan kesalahan saat membuat berita soal Aleppo timur Suriah.

Berita bisa dilihat di SINI

Dalam berita Detikcom dituliskan:
"Hampir 10 ribu warga sipil melarikan diri dalam beberapa hari ini dari kota Aleppo timur, Suriah yang dilanda pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan para militan ISIS. Mereka pergi ke distrik-distrik yang dikuasai pemerintah dan kawasan Sheikh Maksoud yang dikuasai Kurdi"

Lalu bagian:
"Dalam pertempuran dengan para militan ISIS, pasukan pemerintah Suriah pada akhir pekan lalu, berhasil merebut kembali enam distrik di Aleppo timur yang dikuasai pemerintah. Hal itu membuat banyak warga sipil melarikan diri seiring operasi pasukan pemerintah terus berlanjut untuk merebut sepenuhnya kota Aleppo dari ISIS."

Kalimat ini mengandung bagian yang tidak benar atau berita hoax (istilah dunia maya).

Tidak betul ada militan ISIS di kota Aleppo yang bertempur melawan pasukan rezim Assad dan sekutunya. Berikut adalah peta peperangan di kota Aleppo:

Tidak ada ISIS di kota Aleppo, tapi di seberang timur kota
Informasi yang betul adalah ribuan warga sipil mengungsi dari wilayah Aleppo timur saat peningkatan serangan rezim Assad ke wilayah oposisi.

Jumlah pelarian makin meningkat setelah beberapa distrik direbut oleh Assad dari oposisi, diantaranya adalah Hanano, Sakhour, Jabal Badra hingga kawasan Bustan al-Pasha (dan daerah lain seperti dilaporkan SOHR).

Wilayah suku kurdi di Syeikh Maqsoud menjadi salah satu tujuan pengungsi, selain jalur yang disiapkan pasukan Assad untuk pengungsi keluar dari Aleppo timur.

Selain itu, foto yang dimuat berita Detikcom tersebut bukan foto militan ISIS, melainkan foto pasukan Irak saat merebut wilayah ISIS, sama sekali tak terkait Aleppo. (Sumber foto BBC)

Perlu diketahui, sekitar 250 ribu warga sipil terkepung di Aleppo timur oleh rezim Assad dan milisi Syi'ah asing. Sekitar 8-9 ribu orang merupakan kombatan, 90% pasukan adalah kelompok oposisi yang diakui internasional dari koalisi Fathu Halab, bukan ISIS.

Sisanya adalah Jabhah Fathu Syam (JFS) yang kerap dijadikan alasan Rusia untuk melakukan serangan udara membabi buta ke kota, "untuk memerangi teroris".

ISIS sudah sejak lama dipukul oposisi dari kawasan kota Aleppo.
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment: