Pertimbangan Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk masuk blok Shanghai direspon dengan cepat oleh China

Erdogan
Pertimbangan Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk masuk blok Shanghai direspon dengan cepat oleh China. Pada Senin (21/11), China mengatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan segala aplikasi permohonan dari Turki.

China, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Uzbekistan membentuk Organisasi Kerjasama Shanghai (Shanghai Cooperation Organisation/SCO) pada tahun 2001 untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok radikal dan perdagangan narkoba dari Afghanistan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan, Turki sudah menjadi "mitra dialog" dari blok regional tersebut dan sudah lama memiliki kerja sama yang erat.

China merasa, keinginan Turki adalah sesuatu yang penting yang dapat menguatkan SCO.

"Dengan persetujuan anggota lain dari SCO, dan dengan kesesuaian aturan dokumen hukum, kami bersedia untuk serius mempelajarinya atas dasar konsultasi konsensus", jelas Geng.

Juru bicara pemerintah Turki Numan Kurtulmus mengatakan pada Senin (21/11) bahwa hubungan yang lebih erat dengan SCO tidak berarti Turki berbalik dari sekutu lainnya.

"Turki, dengan sejarah, budaya, geopolitik dan potensinya, adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang dapat bekerja sama dengan setiap sudut dunia secara bersamaan", katanya, dikutip dari Reuters.

"Langkah yang diambil (dengan SCO) tidak berarti hubungan Turki dengan negara lain akan berakhir", ujar Numan. (Reuters)
Share To:

Risalah Media

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.