Buni Yani menggelar jumpa pers bersama pengacaranya (detikFoto)

Buni Yani menggelar jumpa pers terkait penjelasan tidak adanya kata 'pakai' dalam tulisannya saat memposting video Ahok.

Penghilangan ini dinilai menjadi pangkal masalah kericuhan tafsir Surat Al Maidah 51.

Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan kepada Detikcom saat dihubungi Senin malam, "Kita akan luruskan upaya-upaya penggiringan opini seperti ini. Kok jadi ke Buni Yani”

Dijelaskan Aldwin, pada Kamis (5/10) Buni Yani yang baru pulang kemudian membuka halaman Facebooknya. Di berandanya muncul tautan dari Media NKRI perihal video Ahok di Kepulauan Seribu.

Dalam tautan video itu pun disertai tulisan yang isinya ‘Ahok mengatakan ada kebohongan pada Al Maidah ayat 51, bagaimana menurut Anda?’

Buni kemudian mengunggah ulang video tersebut dan menambahkan keterangan di akunnya.
"Penistaan terhadap agama?

"Bapak-ibu (pemilih muslim)...dibohongi Surat Al Maidah"...(dan) masuk neraka (juga bapak-ibu) dibodohi,"

"Kelihatannya akan terjadi sesuatu yang kurang baik dengan video ini", demikian tulis Buni Yani.

Aldwin menegaskan bahwa video yang diunggah kembali oleh Buni Yani adalah utuh, tanpa potongan.

"Videonya utuh, dia hanya memberikan caption", ucapnya.

Aldwin juga menjelaskan panjang lebar kepada awak media: “Caption pertama, 'ini penistaan agama?' Kan begitu. Dia mengajak netizen untuk berdiskusi, penistaan agama apa bukan karena pernyataannya (Ahok) seperti ini. Nah yang kedua dia tulis 'dibohongi Al-Maidah' terus kemudian 'video ini mungkin akan bermasalah'. Nah itu merupakan intisari bukan transkrip. Caption itu merupakan intisari apa yang Ahok katakan dan pendapat pribadi dia. Dan kalau dia bilang itu salah, dia mengakui, memohon maaf maksudnya. Tapi kan karena dia tidak mengerti hukum, itu tidak salah. Apa yang salah? Ini jadinya dipelintir, mengakui kesalahan mengedit video, jadinya beritanya seperti itu. Jadi selama ini yang diolah bahwa Buni Yani mengakui kesalahan telah menghilangkan kata pakai. Menghilangkannya kan berarti di video. Nah ini tidak seperti itu”

Buni Yani memang mengakui salah tidak memasukkan kata 'pakai' yang diucapkan Ahok dalam video itu. Namun Aldwin mengungkapkan hal itu tidaklah melanggar hukum.

"Jadi sah-sah saja menurut saya seorang warga negara yang mengkritisi dan meng-caption memberikan tulisan, tidak menebarkan kebencian, juga tidak memojokkan dan tidak ditulis begini`, 'ini adalah transkrip Ahok'. Kalau itu ditulis, dia salah menurut saya. Ini kan tidak. Jadi dia tidak mentranskrip. Transkrip itu dari awal sampai akhir harus utuh dan harus ditulis 'ini adalah transkrip video di atas'. Ini kan tidak lakukan itu," jelasnya. (Detikcom)
Share To:

Taufiq Akbar Wardiana

Berita dan informasi dengan sudut pandang Islam

Post A Comment:

0 comments so far,add yours

Note: only a member of this blog may post a comment.